tirto.id - Kericuhan terjadi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025), saat sidang dugaan suap dengan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berlangsung. Kericuhan lantaran adanya sejumlah pemuda yang diduga sebagai massa bayaran berada di dalam ruang persidangan.
Berdasarkan pantauan reporter Tirto di lapangan, satu dari massa tersebut berhasil masuk ke ruang sidang dan duduk menyaksikan. Lalu, Satgas Pengamanan PDIP dan anggota kepolisian yang berjaga mengamankannya saat sidang dihentikan sementara untuk beristirahat.
Pemuda tersebut dibawa ke ruang tunggu persidangan di lobi pengadilan. Terlihat sekitar belasan peserta aksi lainnya yang duduk di kursi tersebut turut diamankan.
Sebagian dari massa itu menggunakan kaos bertuliskan #SAVEKPK. Mereka pun dikerumuni Satgas Pengamanan PDIP dan kader dengan berbagai teriakan menghakimi.
"Kalian itu masih muda dik, jangan mau dibayar untuk terlibat politik kotor. Sayang masa muda kalian itu," ucap salah seorang ibu yang merupakan simpatisan PDIP sebagaimana pakaian yang dikenakannya, Kamis (24/4/2025).
Seluruh massa aksi itu kemudian digiring keluar oleh anggota kepolisian yang mengamankan beserta pada simpatisan PDIP dan satgasnya. Tak sedikit yang terlihat memukul bagian kepala massa aksi itu.
Di sisi lain, massa aksi bela Hasto Kristiyanto juga berkumpul di depan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Tampak sejumlah spanduk dipasang oleh massa aksi bela Hasto.
“Bebaskan Hasto” tulis salah satu spanduk yang dibentangkan pendukung Hasto.
Orator kemudian menyatakan, belakangan ada banyak hakim terciduk kasus korupsi yang sangat membuat ironis. Padahal, kriminalisasi Hasto Kristianto dipandang mereka tetap berjalan.
“Kita hadir bukan semata-mata membela Sekjen kita, tapi simbol supremasi hukum karena terjadi praktik-praktik hukum yang ironis. Banyak hakim terciduk kasus markus,” ujar orator.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































