tirto.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat menanggapi kebijakan Pemerintah Kota Serang yang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPAS Cilowong.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan guna mengatasi masalah tersebut, pihaknya kini telah menjalin kesepakatan untuk mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi.
Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan, mulai Rabu (7/1/2026) kemarin. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel.
"Saya sudah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan," ujar Benyamin dalam keterangan tertulisnya, dilansir dari Antara, Kamis (8/1/2026).
Langkah ini guna memastikan pelayanan kebersihan tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan masyarakat dan tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya.
"Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," ujar Benyamin.

Benyamin juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Ia menekankan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab pemerintah sepenuhnya dan tidak akan dibebankan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia melihat situasi ini sebagai momentum bagi Pemerintah Kota Tangsel untuk mengevaluasi sistem secara fundamental agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat.
"Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah," pungkas Benyamin.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Banten, menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPSA Cilowong mulai Selasa sore, guna melakukan evaluasi menyeluruh terkait dampak lingkungan dan sosial.
"Maka untuk sore ini disetop dulu. Penyetopan ini dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi yang akan disampaikan kepada Wali Kota Serang untuk menentukan arah kebijakan selanjutnya," kata Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, di Serang, Selasa (6/1/2026) dikutip dari Antara.
Farach menjelaskan pihaknya telah mengirimkan surat kepada DLH Kota Tangsel terkait penghentian sementara ini. Evaluasi difokuskan pada kesiapan teknis di TPSA Cilowong serta penerimaan masyarakat sekitar.
Langkah ini diambil sebagai respons atas masukan masyarakat terkait dampak pengangkutan sampah. Sebagai upaya mitigasi, DLH Kota Serang sebenarnya telah memperketat pengawasan dengan mendirikan pos pemeriksaan (check point) di Kilometer 68 dan di daerah Cakung.
"Cek poin itu kami lakukan untuk memastikan kondisi mobil tidak meneteskan air lindi. Kalau berceceran, maka armada tersebut kami perintahkan putar balik," tegasnya.
Masuk tirto.id




























