Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2022 Bisa Sentuh 6%

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 29 April 2021
Suharso sebut angka 6 persen diyakini bisa tercapai karena menjadi momentum Indonesia melepaskan diri dari tekanan pandemi COVID-19.
tirto.id - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memberi target pertumbuhan ekonomi RI pada 2022 di kisaran 5,4 persen sampai 6 persen. Target pertumbuhan ini ditetapkan agar Indonesia mampu mengejar target keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

“Sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 adalah 5,4 persen dan 6 persen. Dengan perhitungan fiskal yang konservatif, saya kira mungkin bisa 5,2-5,8 persen dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi,” ucap Suharso dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Suharso mengatakan angka 6 persen diyakini bisa tercapai karena menjadi momentum Indonesia melepaskan diri dari tekanan pandemi COVID-19. Target 2022 ini juga diperlukan agar Indonesia dapat mengkompensasi penurunan pertumbuhan yang terjadi akibat pandemi COVID-19 terkhususnya kontraksi 2,1 persen yang terjadi pada 2020.

Suharso bilang pemerintah sudah menyiapkan sederet rencana untuk memastikan target itu tercapai. Salah satunya melalui upaya transformasi ekonomi. Misalnya hijrah dari sektor yang rendah produktivitasnya ke yang tinggi produktivitasnya.

Tanpa ada program yang disebut transformasi ekonomi itu, Suharso mengatakan pertumbuhan ekonomi RI kemungkinan besar akan mentok di 5 persen. Konsekuensinya pada 2045 Indonesia akan benar memasuki middle income trap, bahkan kalah telak dari negara tetangga di ASEAN yang pada tahun yang sama sudah lolos dari jebakan serupa.

“Kita juga tertantang dengan negara sekitar kita, Filipina pada 2037 dan Vietnam 2043 akan segera melepaskan diri dari middle income trap,” ucap Suharso.



Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight