Menuju konten utama

Pemerintah Revitalisasi 300 Ribu Hektare Lahan Tebu hingga 2027

Komitmen ini didasari keyakinan peningkatan produksi tebu akan langsung berdampak pada kenaikan produksi gula nasional.

Pemerintah Revitalisasi 300 Ribu Hektare Lahan Tebu hingga 2027
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/bar

tirto.id - Pemerintah mencanangkan revitalisasi lahan tebu seluas 300 ribu hektar lebih dalam tiga tahun ke depan untuk mencapai target swasembada gula putih konsumsi pada 2026 dan swasembada gula industri pada 2028.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengatakan komitmen ini didasari keyakinan bahwa peningkatan produksi tebu akan langsung berdampak pada kenaikan produksi gula nasional.

Dia menekankan keraguan terhadap target tersebut tidak beralasan. Pasalnya, dia mengklaim telah berhasil melakukan hal yang sama untuk mengejar swasembada beras.

"Sepertinya meragukan saya. Dulu meragukan saya. Dulu swasembada beras kan 4 tahun. Terus jadi 1 tahun, tinggal 2 hari," ujar Amran di Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (29/12025).

Untuk mencapai target itu, strategi yang dijalankan adalah pembongkaran atau peremajaan lahan tebu tua (ratun) yang saat ini masih mendominasi area perkebunan di Indonesia.

Dia menjelaskan, dari total sekitar 500 ribu hektar lahan tebu nasional, 86 persen di antaranya merupakan ratun yang produktivitasnya sudah menurun.

"Langkah-langkahnya adalah pertama, ratun ini sudah 86 persen itu harus dibongkar. Sekarang kita akan bongkar berturut-turut 3 tahun. 2025, 2026, 2027. Itu kurang lebih 300-an ribu hektare," jelas Amran.

Revitalisasi lahan seluas 300 ribu hektare lebih ini dianggap sebagai kunci pencapaian swasembada.

"Kalau itu jadi kenyataan, insyaallah, gula putih swasembada," tambahnya.

Selain fokus pada hulu, pemerintah juga akan memperbaiki dan merevitalisasi pabrik gula (PG) milik BUMN. Hal ini dinilai perlu untuk mendukung peningkatan rendemen, yaitu persentase gula yang dihasilkan dari tebu.

"Oh iya, iya dong, diperbaiki pabriknya. Itu mutlak. Kan, setiap tahun biasa diperbaiki," ucap Amran.

Saat ini, rendemen gula nasional berada di angka sekitar 7 persen, yang menurut Amran sudah termasuk baik. Dengan peremajaan lahan dan peningkatan kinerja pabrik, diharapkan produktivitas dan efisiensi pengolahan tebu menjadi gula dapat semakin meningkat.

Target swasembada gula ini, lanjut Amran, juga berarti upaya untuk menghentikan impor gula kristal putih yang selama ini masih dilakukan oleh BUMN.

"Kita berupaya keras,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait SWASEMBADA GULA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi