Menuju konten utama

Pemerintah Klaim Pasokan Listrik Jawa-Bali Sudah Normal & Stabil

Gangguan pasokan listrik yang sempat terjadi pada sistem kelistrikan Jawa-Bali diklaim telah berhasil diatasi dan sistem kelistrikan kembali normal.

Pemerintah Klaim Pasokan Listrik Jawa-Bali Sudah Normal & Stabil
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari (kiri) bersama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda (kanan) memberikan keterangan pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Konferensi pers tersebut membahas perkembangan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah menegaskan bahwa gangguan pasokan listrik yang sempat terjadi pada sistem kelistrikan Jawa-Bali diklaim telah berhasil diatasi.

Saat ini, kondisi sistem kelistrikan disebut kembali normal dan pasokan energi dipastikan stabil untuk mendukung aktivitas masyarakat serta pembangunan nasional.

Kepala Bakom RI, M. Qodari, menjelaskan bahwa pemulihan tersebut merupakan hasil dari langkah-langkah responsif yang dilakukan pemerintah bersama pihak terkait. Ia memastikan bahwa kestabilan listrik kini menjadi prioritas utama guna mendukung ekonomi nasional.

"Gangguan pada sistem kelistrikan tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi, layanan publik, dan kepercayaan investor. Oleh karena itu, pasokan listrik di sistem Jawa-Bali saat ini sudah kembali stabil dan normal," ujar Qodari dalam pemaparannya di Kantor Bakom, Kamis (7/2/2026).

Selain memastikan pemulihan sistem, Qodari juga menyoroti pencapaian rasio elektrifikasi nasional yang kini sudah menyentuh angka 99,83 persen.

Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses energi bagi seluruh rakyat Indonesia hingga ke pelosok daerah.

"Secara nasional, rasio elektrifikasi nasional terus meningkat. Berdasarkan data resmi PLN per 29 Juni 2026, sebanyak 1,94 juta rumah tangga telah mendapatkan akses listrik. Hingga triwulan 1 2026 ini, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83 persen," jelasnya.

Lebih lanjut, Qodari menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian ESDM terus melakukan mitigasi risiko dan memperkuat koordinasi dengan PT PLN untuk menjaga stabilitas sistem ketenagalistrikan.

Langkah ini mencakup penguatan pengelolaan rantai pasok energi primer, optimalisasi pembangkit, hingga percepatan penyelesaian pemeliharaan pembangkit utama.

"Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap setiap gangguan yang terjadi dan memastikan pemulihan berlangsung cepat, terukur, dan transparan," terang Qodari.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana