tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa hunian sementara (huntara) bagi warga Aceh yang terdampak bencana banjir dan longsor akhir November lalu segera rampung dalam waktu dekat.
Dia menyebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berjanji menyelesaikan pada 19 Maret mendatang.
“PU janji tanggal 19 malam jam 23.00 sudah selesai. Dan saya sudah lihat fotonya semua, sudah hampir beres,” ujar Tito saat ditemui di Kantor Kemhan, Selasa (17/3/2026).
Tito menyebut saat ini pengungsi yang masih berada di tenda tersebar di beberapa wilayah, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Aceh Timur, dengan jumlah tersisa sekitar 20 puluh orang.
Tito menambahkan, satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Dia meminta pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menyiapkan proses relokasi dengan pengungsi ditargetkan sudah mulai menempati huntara pada 23 Maret malam atau paling lambat 24 Maret pagi.
“Tanggal 23 malam mereka harus masuk, atau tanggal 24 pagi sudah harus masuk,” tutur Tito.
Selain percepatan relokasi, pemerintah juga menyalurkan sejumlah bantuan bagi para pengungsi, termasuk uang lauk pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabotan Rp3 juta per KK, serta bantuan ekonomi Rp5 juta per KK.
Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan dan dapat diperpanjang jika pembangunan hunian tetap (huntap) belum rampung.
“Kemarin gelombang pertama lebih kurang hampir Rp600-an miliar. Yang ini kemarin kami serahkan lebih kurang Rp135 miliar untuk sejumlah kabupaten/kota. Tapi, langsung by pos oleh Kemensos, tapi kami buat simbolik di Aceh Timur ya, lebih kurang Rp100 miliar di Aceh Timur saja,” jelasnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























