Menuju konten utama

Pemerintah Evaluasi Latsarmil usai 3 Calon Manajer KMP Meninggal

Prasetyo menegaskan hingga saat ini pemerintah belum menemukan indikasi adanya kelalaian dalam tiga kasus kematian calon manajer Koperasi Merah Putih.

Pemerintah Evaluasi Latsarmil usai 3 Calon Manajer KMP Meninggal
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kedua kanan), Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Cucun Ahmad Syamsurijal (kedua kiri), dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (kanan) menyampaikan keterangan usai rapat koordinasi satgas mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK bersama perwakilan pemerintah dan pimpinan DPR itu membahas monitoring terhadap perusahaan yang berpotensi melakukan PHK dan memetakan persoalan industri guna mencegah terjadinya gelombang PHK serta menunjuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjadi ketua satgas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar (latsar) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih setelah tiga peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan. Evaluasi tersebut akan dilakukan secara bersama-sama oleh kementerian dan lembaga terkait.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan setiap proses yang dijalankan pemerintah akan dievaluasi, termasuk apabila ditemukan prosedur yang perlu diperbaiki.

“Kalau evaluasi jelas ya. Kami semua proses kan kami lakukan kalau ada misalnya salah prosedur itu kami perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian ya,” kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jum’at (26/6/2026).

Namun, Prasetyo menegaskan hingga saat ini pemerintah belum menemukan indikasi adanya kelalaian dalam tiga kasus kematian tersebut. Menurut dia, informasi yang diterima pemerintah menunjukkan peristiwa itu terjadi pada awal pelaksanaan pelatihan.

“Saya rasa belum ya, karena kan itu kalau yang kami dengar laporan itu baru di hari pertama hari kedua ya. Kita tentunya pertama tentu kita menyampaikan keprihatinan dukacita yang mendalam. Tapi mari kita terus perbaiki,” ujarnya.

Prasetyo juga memastikan Presiden Prabowo Subianto turut memantau persoalan tersebut. Ia juga belum dapat memastikan penyebab pasti meninggalnya ketiga peserta. Menurutnya, salah satu kemungkinan yang masih perlu ditelusuri adalah adanya riwayat kesehatan dari peserta.

Terkait evaluasi pelaksanaan pelatihan, Prasetyo menyebut proses tersebut akan dilakukan secara lintas kementerian dan lembaga. “Gabungan, itu kan gabungan semua,” ujar dia saat ditanya pihak yang akan menangani evaluasi.

Meski demikian, pemerintah belum memutuskan apakah pelaksanaan pelatihan calon manajer Kopdes akan dihentikan sementara menyusul tiga kasus kematian tersebut.

“Kita lihat hasilnya kan,” kata Prasetyo.

Ia juga menanggapi kritik yang menyebut pelatihan bagi calon manajer seharusnya lebih berfokus pada peningkatan kompetensi manajerial ketimbang latihan dasar. Menurut Prasetyo, latihan dasar merupakan bagian dari keseluruhan proses pendidikan yang nantinya juga akan diikuti pelatihan kompetensi.

“Loh, itu kan bagian dari proses pelatihannya kan. Nanti kan kalau mengenai kompetensinya tetap ada juga pelatihan,” ujarnya.

Dengan demikian, dia memastikan pelatihan kompetensi juga tetap akan diberikan. “Oh iya dong, masa iya kita pemerintah terus tidak melakukan pendidikan kompetensi kan nggak mungkin,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, tiga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Tewasnya calon manajer KDMP dan KNMP itu terjadi dalam rentang waktu berdekatan, meskipun lokasi latihan ketiganya berbeda. Kematian pertama terjadi pada 17 Juni 2026, kemudian kematian kedua pada 18 Juni 2026, sementara kematian ketiga pada 23 Juni 2026.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa para korban tewas dalam latsarmil calon manajer KDMP dan KNMP telah mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan. Namun, meskipun begitu, para korban yang tewas ternyata mengalami masalah medis selama menjalani pelatihan.

Baca juga artikel terkait LATSARMIL KOPDES atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto