Menuju konten utama

Pemenang Indonesian Data Journalism Awards 2025

Ajang IDJA 2025 menyeleksi 71 karya dari 34 media, menegaskan pentingnya jurnalisme berbasis data di tengah tantangan teknologi dan disinformasi.

Pemenang Indonesian Data Journalism Awards 2025
Pemenang IDJA 2025. foto/Dok. Siaran pers
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah karya jurnalisme data dari media nasional dan lokal berhasil meraih penghargaan dalam Indonesian Data Journalism Awards (IDJA) 2025. Ajang tahunan yang sudah memasuki edisi ketiga tersebut digelar di Institut Français Indonésie (IFI), Thamrin, Jakarta, hari ini.

Menurut catatan dewan juri IDJA 2025, tahun ini terdapat 71 karya yang masuk berasal dari 34 media selama tahap pengiriman dari 14 Agustus hingga 6 Oktober 2025.

Tahun ini, IDJA untuk pertama kalinya menerapkan pendaftaran berbayar dengan tujuan memfilter karya yang dikirim secara tidak serius sekaligus memperkuat keberlanjutan program agar dapat terus berjalan setiap tahun.

Dewan juri menyebut penilaian karya dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Penilaian itu menggunakan sejumlah indikator seperti kepentingan publik, inovasi, komprehensif, estetika, storytelling, bentuk visualisasi, dan dampak karya. Meskipun demikian, indikator penilaian karya tidaklah seragam, melainkan proporsional tergantung masing-masing kategori.

Menurut juri IDJA 2025, Wan Ulfa Nur Zuhra, Dewan Penasehat IDJN, salah satu catatan juri adalah sebagian karya masih memperlakukan data sebagai pelengkap, bukan fondasi liputan.

Sementara itu, beberapa karya yang sebenarnya kaya data belum didukung analisis yang lebih tajam atau visualisasi yang tepat guna.

Kendati berbagai catatan muncul, juri mengapresiasi keberanian media lokal yang semakin percaya diri mengeksplorasi data dan tak ragu berkolaborasi dengan akademisi setempat untuk menyajikan liputan yang lebih bernas dan kredibel.

Ulfa menegaskan bahwa jurnalisme data adalah praktik yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

"Dua hal ini menjadi barang langka di tengah derasnya disrupsi teknologi, akal imitasi, serta algoritma perebut perhatian publik. Karena itu, merawat praktik ini menjadi keniscayaan yang perlu diupayakan bersama," kata Ulfa dalam siaran pers yang diterima tirto pada Senin (8/12/2025).

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, berikut adalah karya-karya terbaik yang berhasil membawa pulang penghargaan IDJA 2025: Liputan Bollo.id menyabet penghargaan Liputan Berbasis Data Media Lokal Terbaik. Penghargaan ini diberikan untuk laporan berjudul Anak Sekecil Itu Berkelahi dengan Smelter.

Selanjutnya, Katadata memenangkan penghargaan kategori Visualisasi Data Terbaik berkat liputan Memburu Narkotika di Perairan Malaka. Liputan ini menelusuri jejak KM Sea Dragon Tarawa, kapal pengangkut 2 ton sabu yang ditangkap Badan Narkotika Nasional pada 20 Mei 2025 di Selat Malaka.

Kemudian, Narasi meraih penghargaan kategori Liputan Lingkungan Berbasis Data Terbaik di IDJA 2025 lewat laporan bertajuk Downstreaming Across Power Capitals: Weda Bay, Jakarta, Paris, and Beijing.

Terakhir, Tempo memenangkan penghargaan Liputan Investigasi Berbasis Data Terbaik dengan laporan Keluarga dan Kroni Prabowo dalam Proyek Makan Bergizi Gratis.

Laporan ini mengungkap jaringan perusahaan dan yayasan terafiliasi dengan keluarga serta pendukung Prabowo Subianto dan Partai Gerindra yang menggarap proyek makan bergizi gratis.

IDJA tidak hanya merayakan karya-karya terbaik tahun ini, tetapi juga mengenang standar tinggi yang telah ditetapkan pada edisi sebelumnya. Pada 2024, penghargaan IDJA berhasil disabet oleh kolaborasi Konsentris dan Tim Indonesia Leaks (Project Multatuli; Narasi; Jaring.id; Independen.id; Suara.com) yang memenangkan Liputan Berbasis Media Lokal Terbaik.

Penghargaan ini diberikan untuk laporan berjudul Patgulipat Proyek Jalan di Lampung. Selanjutnya, Bisnis Indonesia memenangkan penghargaan kategori Visualisasi Data Terbaik berkat liputan Mengantar Nikel Mengaspal.

Di liputan ini, tim Bisnis mengajak pembaca dalam perjalanan visual memahami ekosistem baterai listrik yang dibangun di Indonesia, meski harus membahayakan hutan.

Kemudian, Narasi meraih penghargaan kategori Liputan Lingkungan Berbasis Data Terbaik di IDJA 2024 lewat laporan bertajuk Neraka Hilirisasi Nikel di Teluk Weda.

Terakhir, Deduktif.id dan End Modern Slavery Now! memenangkan penghargaan Liputan Investigasi Berbasis Data Terbaik dengan laporan Neraka Perbatasan: Jejak Mafia Judi Online dan Perbudakan Digital di Asia.

Direktur Eksekutif Indonesian Data Journalism Network (IDJN), Mawa Kresna, mengatakan bahwa IDJA adalah pengingat penting bahwa jurnalisme yang kredibel harus berpondasi pada data, meskipun prosesnya berat.

"Selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan bahwa praktik jurnalisme data di Indonesia terus tumbuh meskipun ada sejumlah tantangan," kata Kresna pada Senin.

Ia menyebutkan kerja para jurnalis ke depan semakin berat, mengingat di era perkembangan teknologi yang pesat, tantangan baru muncul sehingga butuh kesiapan untuk menghadapinya.

Dari masalah disinformasi, banjir informasi tanpa verifikasi, hingga perkembangan teknologi AI menjadi pekerjaan rumah bersama.

"IDJN juga berupaya untuk adaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama dalam pengembangan jurnalisme data. Terutama terkait AI, di mana teknologi baru ini berdampak besar pada ekosistem media dan cara kerja jurnalis,” kata Kresna.

Salah satu upaya untuk adaptasi terhadap teknologi ini diwujudkan dalam pembuatan CEK DATA AI yang sedang dikembangkan oleh IDJN. Tools AI ini ditujukan untuk mempermudah kerja jurnalis melakukan verifikasi terhadap sebuah data.

“Saat ini kami masih dalam proses mengembangkan tools AI ini. Kami berharap ini bisa jadi permulaan implementasi AI dalam membantu kerja jurnalis, khususnya para jurnalis data,” tutup Kresna.

Penulis: Tim Media Servis