tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan, pembangunan 93 gedung Sekolah Rakyat menjelang tahun ajaran pendidikan baru masih mencapai 70 persen per hari ini, Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, Kementerian PU mengejar target perkmebangan pembangunan setiap gedung Sekolah Rakyat sebanyak 1-2 persen per hari hingga dimulainya tahun ajaran baru pada Juli 2026.
"Sekolah Rakyat, itu progres rata-rata di 93 lokasi sekitar hampir 70 persen. Jadi, per hari itu kita kejar rata-rata 1-2 persen, bahkan ada yang kita kejar sampai 3 persen, tergantung lokasi," ujarnya saat konferensi pers di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dody menyatakakan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di sejumlah lokasi memang sempat tertinggal seperti di Poso, Nias Selatan, serta Maluku Utara.
Akan tetapi, pembangunan itu diklaim berjalan semakin cepat beberapa waktu ke belakang. Dody mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia untuk percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.
Dody menuturkan, pembangunan Sekolah Rakyat sempat terhambat libur panjang beberapa waktu lalu, termasuk saat hari raya keagamaan Idul Adha 2026.
"Hari ini saya pantau sih [pembangunan Sekolah Rakyat] sudah kembali normal ya. Bahkan waktu saya ke Lombok kemarin, kan itu masih suasana Idul Adha, tapi mereka ini sudah pada kerja," tutur Dody.
"Jadi, ini semua penyedia jasa sepertinya memang sedang optimis, sedang beralih kencang dulu untuk kejar 27 Juni bisa selesai," lanjut dia.
Dody menambahkan, Kementerian PU telah membuka lelang 11 paket pembangunan 11 gedung Sekolah Rakyat. Proses lelang itu disebut akan rampung pada Juni 2026.
"Mudah-mudahan sih dalam Juni ini bisa selesai dan Juni ini kita tanda tangan kontrak. Itu yang mungkin akan kita targetkan [pembangunan gedung Sekolah Rakyat] by Desember [2026] selesai," sebutnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































