tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengonfirmasi bahwa progres pembangunan program Sekolah Rakyat secara rata-rata nasional telah menyentuh angka 59 persen per 20 Mei 2026. Kementerian PU kini terus mempercepat pengerjaan di lapangan agar sedikitnya 88 bangunan sekolah dapat resmi rampung pada akhir Juni 2026 demi menyambut tahun ajaran baru.
Dody mengakui, sejumlah proyek masih mengalami keterlambatan. Namun, ia memastikan Kementerian PU terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat.
"Per kemarin itu 20 Mei, sudah rata-rata sudah 59 persen. Jadi, progres per hari itu ada yang 1 persen, ada yang progresnya 1-2 persen," ucapnya di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Ia mengaku memantau langsung perkembangan proyek setiap hari. Seluruh pejabat pembuat komitmen (PPK) di masing-masing titik proyek diwajibkan melaporkan progres pembangunan setiap hari pukul 16.00 WIB.
Menurut Dody, progres pembangunan Sekolah Rakyat tertinggi saat ini berada di Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan. Sementara itu, progres terendah terdapat di Singkawang, Cilacap dan Madiun Raya, Lombok Utara, serta Brebes.
"Feeling saya mengatakan, sekitar 88 [Sekolah Rakyat] dari total 93 [target pembangunan] selesai," ujar dia.
Dody menambahkan, meski tengah mengebut pembangunan Sekolah Rakyat, kualitas bangunan tidak akan dikorbankan. Ia menginginkan bangunan Sekolah Rakyat dapat bertahan lebih dari 20 tahun dan memiliki kualitas setara sekolah asrama terbaik di Indonesia.
Ia mengingatkan, program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Karena itu, pemerintah berupaya membangun fasilitas pendidikan dengan kualitas terbaik bagi masyarakat prasejahtera.
"Kalau kualitas bangunan itu bukan suatu hal yang kita korbankan. Enggak ada, saya paling anti mengorbankan kualitas," tutur Dody.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































