tirto.id - Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) reguler 2026 berjalan lancar dengan tingkat penyerapan kuota melampaui 100 persen. Kementerian Haji dan Umrah mencatat total jemaah yang telah melunasi hingga tahap kedua mencapai 102,57 persen dari kuota yang tersedia.
"Hingga akhir pelunasan Bipih tahap kedua sebanyak 175.494 jemaah haji reguler dan 31.260 jemaah cadangan yang telah melunasi atau sebesar 102,57 persen," kata Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia menyampaikan, pelunasan Bipih reguler tahap pertama telah dilaksanakan pada 23 Desember 2025. Pada tahap ini, sebanyak 149.159 jemaah telah melunasi biaya haji atau setara 73,99 persen dari kuota.
Pelunasan kemudian dilanjutkan pada tahap kedua yang berlangsung pada 2–9 Januari 2026. Hingga penutupan tahap kedua, tercatat 175.494 jemaah haji reguler serta 31.260 jemaah cadangan telah melunasi Bipih, sehingga total penyerapan mencapai 102,57 persen.
Meski demikian, Irfan mengungkapkan masih terdapat delapan provinsi dengan tingkat penyerapan kuota di bawah 100 persen.
Untuk mengoptimalkan penyerapan sekaligus menambah jumlah jemaah cadangan, pemerintah kembali membuka pelunasan tahap ketiga pada 20–23 Januari 2026.
"Ini yang hasilnya belum bisa kita sampaikan karena masih belum selesai. Ini juga untuk menutup beberapa daerah yang kekurangan juga untuk menambah cadangan," lontar Irfan.
Pembukaan tahap tambahan tersebut juga dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi pembatalan keberangkatan.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, selalu terdapat jemaah yang batal berangkat karena alasan kesehatan, meninggal dunia, atau sebab lain.
Pada musim haji sebelumnya, Irfan mengungkap jumlah pembatalan hampir mencapai 3.000 orang, meskipun jarak antara pelunasan dan keberangkatan relatif singkat.
Tahun ini, jarak waktu yang lebih panjang mendorong pemerintah menambah jemaah cadangan.
"Sementara ini sekarang ini jarak antara pelunasan dan keberangkatan lebih jauh sehingga kita akan antisipasi dengan menambah jumlah jemaah cadangan," sebutnya.
Sementara itu, progres pelunasan Bipih haji khusus juga menunjukkan capaian di atas kuota. Pelunasan tahap pertama dilaksanakan pada 24 November–23 Desember 2025 dengan jumlah jemaah yang melunasi sebanyak 11.337 orang.
Tahap kedua berlangsung pada 30 Desember–5 Januari 2026 dan dilunasi 4.509 jemaah.
Tahap ketiga pelunasan haji khusus dibuka akibat sempat adanya gangguan sistem. Tahap ini diperpanjang hingga 13 Januari 2026 lalu. Pada tahap ini, sebanyak 1.026 jemaah tercatat melunasi biaya haji.
Secara keseluruhan, hingga 13 Januari tercatat 16.872 jemaah haji khusus telah melunasi Bipih atau mencapai 101,83 persen, termasuk 299 jemaah berstatus cadangan.
Adapun pengembalian dana haji khusus hingga 20 Januari telah diproses untuk 6.101 jemaah, sementara sisanya masih menunggu kelengkapan dokumen dari jemaah bersangkutan.
"Terkait dengan pengembalian keuangan haji khusus sampai dengan tanggal 20 Januari 2026 sudah diproses sebanyak 6.101 jemaah, yang lainnya masih menunggu kelengkapan berkas-berkas dari jemaah," jelas Irfan.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































