tirto.id - Pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memasuki hari ke-10. Pada pekan kedua ini, para calon petugas haji dibagi per tugas dan fungsi (tusi) agar lebih fokus pada bidang layanan masing-masing.
"Kami berharap teman-teman para petugas itu bisa fokus pada tugas dan fungsinya. Misalnya konsumsi ya, catering," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat mengunjungi lokasi diklat, Senin (19/1/2026).
Dahnil mengatakan, di kelas tusi, para calon petugas haji ini diharapkan bisa memahami teknis, sekaligus problem solving terkait bidang yang dilayani. Misalnya di konsumsi harus diperhatikan soal gramasinya dan sesuai spesifikasinya.
"Itu harus jadi perhatian teman-teman," kata Dahnil menambahkan.
Contoh lainnya, kata dia, petugas di layanan akomodasi juga harus memahami tugasnya dengan baik terkait penempatan jemaah di hotel masing-masing. Sementara yang paling krusial, kata dia, juga saat Armuzna (Arafah, Musdhalifah, dan Mina).
"[Saat Armuzna] harus dipastikan semuanya bekerja di bawah satu komando," kata Dahnil.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026. Pada pekan pertama, para peserta diajarkan baris-berbaris atau PBB. Tujuannya untuk melatih kedisiplinan.
Sementara pada pekan kedua fokus pada kelas tusi. Namun di luar itu, peserta diklat juga dikasih materi "psikologi petugas haji" serta "layanan haji lansia."
Sedangkan pada pekan ketiga, peserta akan difokuskan pada materi daerah kerja (daker). Para peserta nantinya akan dibagi menjadi tiga daker, yaitu Daker Madinah, Daker Bandara, dan Daker Makkah.
Di luar materi tusi, daker, dan kelas besar, para peserta diklat juga dibekali pelajaran bahasa Arab dan manasik haji.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































