tirto.id - Aktivis perempuan sekaligus psikolog, Alissa Wahid, memaparkan, ada tiga dinamika tantangan jemaah lansia yang mesti disikapi oleh para petugas dalam melayani jemaah di Arab Saudi. Salah satunya tantangan normal lansia.
Hal tersebut diungkapkan Alissa dalam materi "Haji Ramah Lansia dan Perempuan" dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2026).
Kedua, tantangan berada di Arab Saudi. Misalnya, mereka baru pertama kali berada di tempat keramaian, atau mereka belum terbiasa di area baru.
Contoh lain, kata Alissa, para lansia ini baru pertama kali melihat bandara. "Mereka akan bingung saat turun dari pesawat," kata Alissa menambahkan.
Oleh karena itu, kata Alissa, jemaah haji, terutama yang masuk usia lansia, sangat tergantung kepada para petugas haji.
Tantangan ketiga adalah gap teknologi dan informasi. Alissa mengatakan, pemerintah sudah memakai teknologi informasi untuk membantu jemaah haji. Hal ini sangat membantu, tapi ini menjadi tantangan baru bagi para lansia.
"Para lansia itu lahir di abad lalu, enggak kenal teknologi. Kalaupun bawa HP, belum tentu tahu cara gunakan. Itu tantangannya," kata Alissa.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































