Menuju konten utama

Peluang Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Apa Bisa?

Peluang Iran batal tampil di Piala Dunia 2026 dan apakah Indonesia bisa menggantikannya. Cek skenario penggantian peserta berdasarkan statuta FIFA.

Peluang Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Apa Bisa?
Sergino Dest dari Amerika Serikat, kanan, memperebutkan bola melawan Sardar Azmoun dari Iran selama pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia antara Iran dan Amerika Serikat di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, Selasa, 29 November 2022. ( Foto AP/Luca Bruno)

tirto.id - Iran yang sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu wakil AFC berpotensi dicoret. Hal ini sebagai akibat dari perang Iran-Israel yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.

Jika keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 dibatalkan oleh FIFA, peluang Timnas Indonesia untuk menggantikannya cukup terbuka. Terlebih, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang lolos ke ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Meskipun secara umum tidak ada statuta FIFA yang mengatur pembatalan tim yang sudah lolos ke Piala Dunia, peluang Indonesia menggantikan Iran tetap ada. Dalam Pasal 13 dan 17 statuta FIFA terdapat aturan yang memungkinkan tim yang sudah lolos babak utama Piala Dunia dicoret.

Beberapa alasan sebuah negara dapat dicoret keikutsertaannya di Piala Dunia adalah sanksi berat oleh FIFA, tim yang lolos mengundurkan diri dan situasi luar biasa seperti perang. Saat ini, Iran berpotensi dicoret karena perang yang terjadi antara Iran-Israel atau Iran mengundurkan diri karena ketegangan yang terjadi di negara mereka dengan Amerika Serikat.

Potensi Iran Dicoret atau Mundur dari Piala Dunia 2026

Tim sepak bola Iran sudah lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai perwakilan AFC. Team Meli lolos ke FIFA World Cup 2026 setelah menjadi juara Grup A ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Kendati begitu, Iran berpeluang absen di Piala Dunia 2026 yang bakal digelar di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada. Ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi yakni FIFA membatalkan kelolosan mereka dan atau Timnas Iran mundur dari turnamen karena masalah keamanan.

FIFA berpeluang membatalkan kelolosan Iran di Piala Dunia 2026, seperti yang dilakukan UEFA kepada Timnas Rusia, saat negara pimpinan Vladimir Putin tersebut dianggap melakukan invasi ke Ukraina. Meski saat itu, sanksi dijatuhkan oleh UEFA, FIFA berpotensi mengambil jalan serupa terhadap Iran.

Terlebih, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan larangan kunjungan terhadap warga negara Iran masuk ke wilayah mereka. Hal ini secara komersial membuat pendapatan dari penyelenggaran Piala Dunia 2026 bakal berkurang karena fans Iran tidak bisa datang ke Negeri Paman Sam.

Sementara dari sisi Timnas Iran, tampil di Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat bakal berisiko tinggi. Terlebih, jika eskalasi konflik yang terjadi antara Iran-Israel-Amerika Serikat masih terus berlanjut.

Oleh sebab itu, Timnas Iran berpotensi menarik keikutsertaannya di Piala Dunia 2026 meski sudah lolos kualifikasi. Meskipun FIFA tidak membatalkan kelolosan mereka, peluang Iran menarik diri sangat terbuka.

Skenario Timnas Indonesia Menggantikan Iran di Piala Dunia 2026

Jika Iran benar-benar batal tampil di Piala Dunia 2026 jumlah tim AFC yang sudah lolos baru 5 tim. Hal ini membuat kuota AFC masih menyisakan 3,5 tim lagi yang berpotensi diberikan kepada tim-tim yang lolos ke ronde 4.

Meskipun tidak ada aturan resmi dari FIFA mengenai penggantian tim yang sudah lolos Piala Dunia berhalangan tampil, mereka cenderung memberikan kuota tersebut kepada negara dari anggota konfederasi yang sama.

Contoh penggantian peserta Piala Dunia pernah terjadi di tahun 1950. Turki yang lolos ke putaran final lewat jalur undangan memilih mundur. FIFA kemudian mengundang jerman Barat sebagai tim pengganti, tetapi mundur karena masih dalam periode pemulihan pasca Perang Dunia II.

Pada akhirnya, Prancis yang juga berasal dari konfederasi UEFA dipilih dan berpartisipasi di Piala Dunia 1950 di Brasil. Prancis menjadi salah satu negara perwakilan Eropa di edisi tersebut.

Di tahun yang sama India juga lolos melalui jalur undangan dari FIFA. Akan tetapi, India akhirnya mundur karena larangan bermain tanpa alas kaki. Selain itu, Myanmar, Filipina hingga Indonesia yang disiapkan sebagai tim mengganti juga enggan berpartisipasi karena masalah biaya perjalanan yang mahal ke Brasil.

Pada akhirnya, India batal tampil di Piala Dunia 1950 dan tidak digantikan oleh negara mana pun. FIFA kemudian menyesuaikan format turnamen dengan jumlah peserta yang berpartisipasi.

Sementara itu, jika Iran menarik diri dari Piala Dunia 2026 atau dicoret oleh FIFA, peluang tim dari AFC untuk menggantikannya sangat besar. Tim pertama yang berpotensi menggantikan Iran adalah Uni Emirat Arab yang berada di grup yang sama dengan Iran pada ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Namun, jika AFC atau FIFA memutuskan tidak menghitung hasil di ronde 3, peluang pengganti Iran akan diambil dari tim-tim peserta ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Negara tersebut antara lain Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Indonesia, Irak dan Oman.

Dengan demikian kuota tim lolos langsung ke Piala Dunia 2026 Zona Asia di ronde 4 akan bertambah menjadi 3 negara. Hal itu membuat peluang Indonesia lolos ke putaran final lebih terbuka. Selain menjadi juara grup, Indonesia dapat memperebutkan 1 tempat melalui play off AFC, dan play off konfederasi.

Secara ringkas jika Iran batal tampil di Piala Dunia 2026 penggantinya dapat ditentukan sebagai berikut.

  1. Tim peringkat 3 dari Grup A ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia (Uni Emirat Arab)
  2. Menambah kuota tim lolos di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Tim peringkat 1 fase grup lolos langsung ke Piala Dunia 2026, kemudian tim peringkat 2 memperebutkan 1 tempat otomatis ke Piala Dunia 2026 lewat play off AFC. Selanjutnya, tim yang kalah dari play off AFC akan menjalani play off antarkonfederasi. Hal ini berbeda dengan regulasi awal yakni hanya 2 tim juara grup dan 1 tim pemenang play off AFC yang tampil di play off antarkonfederasi.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Olahraga
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Iswara N Raditya