Menuju konten utama

PDIP Respons Sindiran Jazilul PKB: Dia Perlu Tambah Literasi

Guntur juga mempertanyakan motif di balik pernyataan Jazilul yang kerap mendesak PDIP mengambil sikap oposisi formal.

PDIP Respons Sindiran Jazilul PKB: Dia Perlu Tambah Literasi
Mohamad Guntur Romli. Instagram/@gunromli
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Juru Bicara PDI-Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menanggapi sindiran Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, mengenai sikap politik partainya terhadap pemerintah. Guntur menyebut Jazilul sebaiknya fokus mengurus internal partai sendiri dan menyoroti kurangnya literasi Jazilul terkait sistem tata negara di Indonesia.

Guntur menegaskan posisi politik PDIP merupakan keputusan organisasi yang diambil melalui kongres, rakernas, serta instruksi ketua umum sebagai pemegang mandat prerogatif.

“Jadi, tidak bisa seenaknya kader partai lain mendesak kami untuk melakukan apa pun. Memangnya dia siapa?” ujar Guntur kepada wartawan Tirto, Kamis (18/06/2026).

Guntur menilai, Jazilul perlu menambah literasi mengenai perbedaan sistem pemerintahan parlementer dan presidensial. Menurutnya, terminologi oposisi tidak relevan jika dipaksakan dalam konteks sistem presidensial di Indonesia.

“Dia perlu menambah literasi lebih banyak soal sistem pemerintahan dan tata negara, terutama terkait parlementer vs presidensil. Terminologi oposisi hanya dikenal dalam sistem parlementer yang biasanya terdiri dari dua kubu partai dominan dengan ideologi yang saling bertentangan,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa di Indonesia, fungsi oposisi dalam sistem parlementer berpindah menjadi fungsi checks and balances oleh DPR.

Hal ini berbeda dengan sistem di Inggris, namun memiliki kemiripan dengan sistem di Amerika Serikat.

“Apakah Jazilul paham urusan ini atau tidak? Kalau paham, dia mestinya tidak ngomong begitu. Posisi PDI Perjuangan sudah tegas, berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang kekuasaan. Kenapa perlu menjadi penyeimbang? Karena mayoritas DPR sudah dikuasai oleh partai-partai yang masuk dalam pemerintahan. Kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?,” terang Guntur terheran-heran.

Guntur juga mempertanyakan motif di balik pernyataan Jazilul yang kerap mendesak PDIP untuk mengambil sikap oposisi formal.

“Saya tidak tahu maksud pernyataan dia karena gak paham. Ingin mengadu domba dengan pemerintah atau karena galau sebab tidak maksimal sebagai partai maupun fraksi di DPR?” ujarnya.

Sebelumnya, Gus Jazil dari PKB menyindir sikap PDIP yang dinilai abu-abu terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jazilul menyebut terminologi “partai penyeimbang” yang diusung PDIP tidak menunjukkan posisi yang jelas sebagai oposisi atau pendukung pemerintah. Dia juga menyinggung dugaan keterlibatan kader PDIP dalam sejumlah demonstrasi mahasiswa belakangan ini.

"Terkait pernyataan bahwa kehadiran salah satu kader dalam aksi demonstrasi tidak merepresentasikan sikap partai, tentu kami tidak ikut campur dalam urusan internal PDIP. Apa pun posisinya, kerja sama tetap bisa dilakukan. Namun, sikap yang tegas tentu lebih kami hargai daripada mengatakan A tetapi yang dikerjakan B,” ujar Jazilul dalam keterangannya.

Baca juga artikel terkait PDIP atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi