Panduan Menonton Film di Bioskop Saat Pandemi COVID-19

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 22 Oktober 2020
Panduan nonton bioskop di masa pandemi COVID-19, wajib pakai masker hingga tak ngobrol di dalam ruang teater.
tirto.id - CGV sudah mulai membuka empat jaringan bioskopnya di Jakarta setelah mendapat persetujuan serta penilaian dari Pemprov DKI Jakarta.

"Meski saat ini hanya diperbolehkan 25 persen, pembukaan kembali bioskop diharapkan juga bisa menggairahkan kembali aktivitas rumah produksi dalam memproduksi film-film nasional, membantu memulihkan ekonomi di sektor industri kreatif khususnya perfilman," kata Public Relations CGV Hariman Chalid dilansir Antara.

Empat bioskop yang buka tersebut di antaranya CGV Grand Indonesia, CGV AEON Mall Jakarta Garden City, CGV Green Pramuka Mall serta CGV Transmart Cempaka Putih.

Pembukaan bioskop merujuk pada Surat Keputusan no 268 tahun 2020 tentang pembukaan kembali usaha pariwisata di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi bagi usaha bioskop, tertanggal 20 Oktober 2020.

Selain di Jakarta, melansir laman resmi CGV, pihaknya juga sudah melakukan reopening di Batam dan Bandung pada 16 dan 9 Oktober 2020 lalu.

Lantas bagaimana cara aman untuk menonton film di bioskop selama pandemi COVID-19?

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melalui laman resminya memberikan panduan bagaimana nonton bioskop agar tetap aman meski di tengan masa pandemi COVID-19.

Panduan nonton bioskop di masa pandemi COVID-19


1. Wajib pakai masker, dianjurkan pula menggunakan face shield

2. Berusia di atas 12 tahun dan maksimal 60 tahun

3. Tanpa gejala dan/atau penyakit penyerta lainnya

4. Beli tiket online, tempat duduk diatur berjarak

5. Jaga jarak saat antrean masuk dan keluar teater

6. Tidak mengobrol, makan dan minum di ruang teater

7. Rutin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer

--------------------------------------------
Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight