Menuju konten utama

PBNU-Muhammadiyah Bantah Bagian dari Organisasi Laporkan Pandji

Pelaporan Pandji Pragiwaksono dilakukan seorang pelapor bernama yang mengaku Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.

PBNU-Muhammadiyah Bantah Bagian dari Organisasi Laporkan Pandji
Komedian Pandji Pragiwaksono pada konferensi pers puncak pertunjukan stand up comedy bertajuk 'Mens Rea' di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025). Komika Pandji Pragiwaksono berkolaborasi dengan KPK menggelar puncak pertunjukan stand up comedy bertajuk 'Mens Rea' di Indonesia Arena, Senayan pada Sabtu (30/8). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla, menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama, dalam laporan polisi terhadap Komika Pandji Pragiwaksono bukan bagian dari struktur resmi NU.

Dia mengaku tak mengenal siapa orang yang melaporkan komika itu.

“Itu bukan organ resmi NU. Kita tidak tahu siapa mereka,” ujar Gus Ulil saat dihubungi Tirto, Jumat (9/1/2026).

Terkait kemungkinan langkah PBNU menyikapi penggunaan nama NU oleh kelompok tersebut, Gus Ulil menilai tidak perlu ada tindak lanjut khusus. "Enggak perlu ditindaklanjuti. Orang sudah tahu, banyak yang bikin organ atas nama NU untuk isi begini atau begono," katanya.

Sementara itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menyampaikan bantahan. Mereka mengatakan bahwa setiap tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Muhammadiyah, bukan merupakan sikap resmi atau mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan mengatakan, organisasi ini menjunjung tinggi prinsip keadaban publik, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana.

Adapun sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Persyarikatan.

“Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Bachtiar dalam keterangannya pada unggahan akun Instagram @lensamu dan @mpksdi_ppm, Jumat (9/1/2026).

PP Muhammadiyah juga menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun, langkah tersebut merupakan tanggung jawab pribadi atau kelompok yang bersangkutan, bukan institusi Muhammadiyah.

"Muhammadiyah mengajak seluruh pihak, khususnya generasi muda, untuk tetap menjaga etika bermedia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan pendapat, serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," kata Bachtiar.

“Spirit Muhammadiyah adalah membangun umat dan bangsa dengan cara-cara yang konstruktif, dialogis, dan mencerahkan,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ) karena disebut telah menimbulkan kegaduhan dan memecah belah bangsa melalui materi stand-up comedy-nya yang bertajuk 'Mens Rea'.

“Benar bahwa pada 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama RARW tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk 'Mens Rea',” ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).

Pelaporan dilakukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah di Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026) malam.

"Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa," kata salah seorang pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid, di Polda Metro Jaya, Rabu (7/1/2026) malam.

Laporan terhadap Pandji tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 8 Januari 2026 pukul 00.36 WIB.

Baca juga artikel terkait STAND UP COMEDY atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Alfons Yoshio Hartanto