tirto.id - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menyebutkan partai yang dipimpinnya selalu meraih suara melampaui ambang batas perolehan suara parlemen (parliamentary threshold) dalam sejumlah pemilihan umum. Sejak Pemilu 2014, Partai Nasdem telah meraih suara yang melampaui ambang batas perolehan suara parlemen.
Paloh mengatakan, saat Pemilu 2014, Nasdem dapat memperoleh 36 kursi di DPR RI. Padahal, Nasdem kala itu tergolong sebagai partai baru meski pro terhadap pemerintah kala itu.
"Bulatan suara secara keseluruhannya dapat dibulatkan menjadi tujuh persen awal start kehadiran partai Nasdem ini [saat Pemilu 2014]," ucapnya dalam kegiatan puncak hari ulang tahun ke-14 Nasdem di Jakarta Pusat, Selasa (11/10/2025).
Ia menyatakan, Partai Nasdem dalam beberapa pemilu selanjutnya juga selalu meningkatkan perolehan suara mereka, termasuk perolehan kursi di tingkat DPR RI. Saat Pemilu 2019, Nasdem disebut memperoleh 59 kursi di DPR RI.
Kemudian, saat Pemilu 2024, Nasdem disebut memperoleh 69 kursi di DPR RI. Paloh menilai peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2024 merupakan capain tersendiri.
Sebab, Paloh mengakui Nasdem dilanda berbagai situasi tak biasa saat itu. Mengingat, Nasdem saat Pemilu 2024 menjadi penyokong eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menjadi pihak kontra pemerintah.
"Kita berhasil lagi di tengah-tengah berbagai rintangan, kesulitan yang kita hadapin, Nasdem tetap jaya menaikkan kursinya dari 59 kursi menjadi 69 kursi," tuturnya.
"Siapa di antara kita yang tidak memahami situasi yang kita hadapin pada menjelang Pemilu 2024 yang lalu, bukan biasa-biasa saja bagi Nasdem," sambung dia.
Paloh menambahkan, Pemilu 2024 menjadi ajang pertarungan untuk konsistensi membawa arus perubahan atau mengikuti arus yang sudah terbentuk.
"Kita memilih, apapun risikonya kita hadapi, kita bawa tetap konsisten dalam membawa arus gerakan perubahan. Ini lah kita saudara-saudaraku semuanya, dan di sini lah kekuatan sesungguhnya, the values of the Party Nasdem itu sendiri, konsistensi, ucapan, dan perbuatannya," urai dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































