Menuju konten utama

OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp250 T di 2026

OJK akan membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal dalam upaya mengejar targetnya.

OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp250 T di 2026
Pengunjung mengamati instalasi perbandingan pertumbuhan investasi di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/10/2024). Kapitalisasi pasar modal Indonesia telah mencatatkan rekor tertinggi baru per 19 September 2024 yaitu di angka Rp13.475 triliun sedangkan target pada tahun 2027 mencapai Rp15.000 triliun atau 70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penjabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari, berujar pihaknya menargetkan penghimpunan dana melalui pasar modal dapat mencapai Rp250 triliun pada 2026. Dalam upaya merealisasikan target itu, OJK akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal.

Pernyataan itu dilontarkan Friderica dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Adapun target hingga Rp250 triliun itu merupakan outlook sektor jasa keuangan tahun 2026.

"Di pasar modal penghimpunan dana, ditargetkan sebesar Rp250 triliun di tahun 2026," ucapnya.

Friderica pun mengatakan, OJK akan membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal dalam upaya mengejar targetnya.

Katanya, pembentukan satgas itu juga telah dikoordinasikan dengan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dan pemangku kebijakan jasa keuangan lain.

"Berkomitmen melakukan reformasi integritas pasar modal Indonesia, yang didukung, kami sudah berdiskusi dengan Pak Menko [Airlangga] kita akan segera membentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal," sebut Friderica.

Ia menyebutkan, diperlukan langkah perbaikan iklim pasar modal agar pertumbuhan dapat berjalan lebih sehat. Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal disebut akan melibatkan berbagai pihak dalam pasar modal.

Beberapa di antaranya, yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Melalui satgas itu, OJK disebut akan melakukan sejumlah aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.

Di satu sisi, Friderica turut menyatakan outlook sektor jasa keuangan tahun 2026 selain target penghimpunan dana melalui pasar modal, yakni OJK menargetkan outlook kredit perbankan tumbuh 10-12 persen secara tahunan (year on year/YOY).

Pertumbuhan itu didukung pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan yang menjadi 7-9 persen. Lalu, OJK memproyeksikan pertumbuhan aset program asuransi 5-7 persen, aset program dana pensiun tumbuh hingga 10-12 persen, aset program penjaminan tumbuh 14-16 persen.

"Sedangkan, piutang perusahaan pembiayaan, kita proyeksikan tumbuh 6-8 persen. Selanjutnya, total permintaan skor kredit melalui innovative credit scoring, diperkirakan akan mencapai 200 juta permintaan," urai Friderica.

"Nilai transaksi melalui agregator diproyeksikan tumbuh hingga Rp27 triliun," imbuh dia.

Baca juga artikel terkait PASAR MODAL INDONESIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah