Dampak Pandemi Corona

OJK Catat Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa Juli 2020 Minus 10,69%

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 27 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
OJK mencatat penurunan asuransi jiwa pada Juli 2020 tercatat minus 10,69 persen lebih dalam dari Juni 2020.
tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan premi asuransi jiwa masih mengalami penurunan selama Juli 2020. Penurunan pada Juli 2020 tercatat minus 10,69 persen lebih dalam dari Juni 2020.

“Pertumbuhan premi asuransi jiwa masih mengalami kontraksi sebesar minus 10,69 persen dengan posisi Juni 2020 minus 10 persen,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers virtual, Kamis (27/8/2020).

Sejalan dengan tren pertumbuhan premi yang memburuk, Data OJK menunjukkan ukuran kesehatan industri asuransi dalam Risk Base Capital (RBC) industri asuransi jiwa mengalami penurunan. RBC industri asuransi jiwa per Juli 2020 berada di angka 502 persen atau mengalami penurunan dari Juni 2020 di angka 688 persen.

Selama berada di atas batas minimum 120 persen, industri asuransi masih bisa dikatakan sehat. Meski demikian tetap saja ada perusahaan yang mungkin memiliki RBC di bawah 120 persen.

Meski demikian, pertumbuhan asuransi umum dan reasuransi seperti kendaraan bermotor, rumah, hingga aset masih tercatat tumbuh positif. Per Juli 2020 tumbuh 2,22 persen meski Juni 2020 sempat terkontraksi 2,32 persen.

Sejalan dengan itu, RBC asuransi umum naik dari Juni 2020 yang berkisar 319 persen menjadi 321 persen di Juli 2020.

“Pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi positif 2,22 persen setelah sebelumnya minus 2,32 persen,” ucap Wimboh.

Hingga saat ini OJK mencatat industri asuransi telah menghimpun pertumbuhan premi senilai Rp23,1 triliun. Sekitar Rp13,7 triliun di asuransi jiwa dan sisanya Rp9,4 triliun asuransi umum.


Baca juga artikel terkait ASURANSI JIWA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight