tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) bruto perusahaan pembiayaan (multifinance) naik menjadi 2,89 persen pada April 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan, NPF net berada di level yang rendah, yakni 0,78 persen di tengah kenaikan NPF bruto tersebut.
"Kami sampaikan bahwa April 2026 ini, piutang pembiayaan sudah tumbuh 2,08 persen year-on-year menjadi sekitar Rp515 triliun, terutama didukung oleh pembiayaan modal kerja sekitar 10,6 persen year-on-year. Kemudian sama-sama kita tahu bahwa profil risiko tetap terjaga dengan NPF gross 2,89 pesen dan net sebesar 0,78 persen," ujar Agusman dalam acara Mid-Year Economic Outlook 2026, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Berdasarkan data OJK, NPF bruto perusahaan pembiayaan meningkat dari 2,83 persen pada Maret menjadi 2,89 persen pada April 2026. Sementara itu, NPF net turun dari 0,8 persen menjadi 0,78 persen pada periode yang sama.
Agusman menyampaikan, aset industri multifinance hingga April 2026 telah mencapai Rp593,58 triliun. Tercatat return on assets (ROA) sebesar 5,33 persen, return on equity (ROE) 14,18 persen, serta gearing ratio 2,14 kali atau masih jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan industri perusahaan pembiayaan masih memiliki ruang yang cukup besar untuk terus bertumbuh.
"Berarti masih banyak opportunity, peluang-peluang yang masih bisa kita eksplor," katanya.
Agusman mengatakan, OJK tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance sebesar 6-8 persen sepanjang 2026. Hingga April 2026, piutang pembiayaan telah tumbuh sekitar 2 persen secara tahunan.
"Kalau kita buat linear dengan memperhitungkan potensi ke depan, kami yakin dengan dukungan seluruh pelaku industri multifinance bahwa outlook 6-8 persen pertumbuhan piutang pembiayaan yang kami sampaikan dulu di awal tahun 2026, insyaallah masih on track," ujar Agusman.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































