Nenek yang Cucunya Lumpuh Otak Berharap Dikunjungi Anies

Oleh: Alfian Putra Abdi - 12 Juli 2019
Soleha banyak mendapat kunjungan sejak ramai diberitakan media, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Kecamatan.
tirto.id - Sudah dua hari Soleha (13), bocah pengidap lumpuh otak terbaring di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Oleh karena itu, Sukmana (56) selaku nenek kandungnya berharap keadaan cucunya mendapat perhatian dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Saya berharap berharap saja sih [dijenguk Anies Baswedan], biar dia tahu, " ujarnya ketika dikunjungi reporter Tirto di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (12/7/2019).

Namun, ia mengaku canggung bila nanti Anies Baswedan benar-benar menjenguk cucunya. "Cuma saya takut ngadepin orang gede gitu. Orang kecil mah takut sama orang gedean, " ujarnya.

Ia menambahkan, "takut nanya ini itu. Tapi palingan saya mah kalau ditanya, ya ceritanya begitu lagi begitu lagi. Karena memang kenyatannya begitu."

Semenjak kabar tentang kondisi cucunya ramai diberitakan media massa, ia mengaku banyak pihak pemerintah yang datang menjenguk cucunya, mulai dari Dinas Kesehatan hingga Kecamatan.

"Barusan tadi, orang Kemensos datang. Katanya mau kasih Soleha dorongan bayi. Biar bisa dibawa jalan keluar, kena matahari, " Ujarnya.

Soleha menderita lumpuh layu sejak usianya 7 bulan. Lalu ia mengalami muntaber atau gastroenteritis. Kejadian tersebut membuat Soleha kehabisan cairan lalu koma.

Sukmana mengaku ingin cepat-cepat cucunya sembuh dan bisa pulang ke rumahnya di Rusunawa Pesakih, Jakarta Barat. Sebab, menurutnya, kendati biaya rumah sakit gratis, pengeluarannya bertambah untuk biaya tunggu.

"Kalau tunggu kan mau apa-apa, beli sendiri. Belum lagi Soleha di sini buang air kecilnya lebih banyak karena dipakein selang cairan, pampers-nya jadi cepat penuh. Tambah lagi pengeluaran buat beli pampers, " pungkasnya.


Baca juga artikel terkait GIZI BURUK atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Alexander Haryanto