Menuju konten utama

Nelayan Cirebon Keluhkan Kapal Rusak Akibat Kondisi Breakwater

Nelayan Cirebon mengeluhkan kondisi breakwater yang rusak sehingga berdampak terhadap kapal-kapal nelayan. Bagaimana respons pemerintah?

Nelayan Cirebon Keluhkan Kapal Rusak Akibat Kondisi Breakwater
Salah satu nelayan memberikan keterangan mengenai kondisi breakwater di Muara Sukalila Kota Cirebon, Kamis (4/9/2025). Foto: Cirebon Banget/Wibawa

tirto.id - Nelayan di kawasan pesisir Muara Sukalila, Kota Cirebon, mengeluhkan kondisi breakwater (bangunan pelindung pantai sebagai pemecah gelombang) dan tambatan kapal yang rusak parah sejak lebih dari satu dekade terakhir.

“Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah melalui Wakil Wali Kota Cirebon agar segera membangun kembali breakwater dan tambatan kapal di Muara Sukalila yang rusak sejak 10 tahun lalu,” kata salah seorang nelayan kepada kontributor tirto.id, Selasa (4/9/2025).

Menurut nelayan, panjang breakwater yang dibutuhkan mencapai 500 meter hingga 1 kilometer untuk dua sisi, yakni bagian kanan dan kiri muara. Kerusakan yang dibiarkan begitu lama sangat merugikan karena kapal sering hancur saat diterjang ombak besar.

Kondisi breakwater di Muara Sukalila

Kondisi breakwater yang ada di Muara Sukalila Kota Cirebon pada Kamis (4/9/2025). Cirebon Banget/Wibawa

“Bulan lalu saja, dua kapal nelayan tenggelam akibat gelombang besar ketika hendak bersandar di muara Sukalila,” ujarnya.

Kerusakan itu salah satunya disebabkan sering ditabrak kapal tongkang pengangkut batu bara yang melintas di kawasan tersebut. Selain itu, breakwater idealnya ditinggikan sekitar satu meter agar tetap terlihat saat air laut pasang.

Breakwater bukan hanya sekadar penahan ombak, tetapi juga menjadi pelindung bagi kapal nelayan skala kecil. Dengan rusaknya fasilitas ini, biaya perbaikan kapal semakin tinggi.

“Biasanya kami hanya perbaikan rutin setahun sekali, tapi sekarang bisa lebih sering. Lubang kecil saja perbaikannya hampir Rp400 ribu, belum termasuk bahan fiber,” keluhnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, membenarkan bahwa Pemkot sudah mengajukan usulan perbaikan kepada pemerintah provinsi dan pusat.

“Kami berharap pemerintah provinsi maupun pusat bisa membantu. Lebar breakwater yang dibutuhkan sekitar enam meter, dengan panjang mencapai satu kilometer,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon, Yudi Lukman Hakim. Menurutnya, proposal perbaikan sudah dua kali diajukan, namun belum ditanggapi.

“Nilai perbaikan diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Tahun ini kami kembali ajukan, semoga dapat diakomodir,” ujarnya.

Nelayan berharap perbaikan segera direalisasikan. Selain menyelamatkan kapal dari kerusakan, keberadaan breakwater juga diyakini akan mendorong perekonomian masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas melaut dan tambat kapal.

Baca juga artikel terkait CIREBON atau tulisan lainnya dari Cirebon Banget

tirto.id - Flash News
Reporter: Cirebon Banget
Penulis: Cirebon Banget
Editor: Rina Nurjanah