Mullet adalah Gaya Rambut Orang-Orang Keren (Pada Zamannya)

Infografik Mullet
David Bowie sebagai Ziggy Stardust. AP/ MediaPunch / IPX
Oleh: Joan Aurelia - 16 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Mullet sempat jadi gaya rambut andalan David Bowie, Rod Stewart, Joan Jett, dan Cher.
tirto.id - Mullet, gaya rambut yang kerap membuat orang mengernyitkan dahi karena terlihat aneh, pernah jadi gaya rambut andalan para pesohor di dunia hiburan pada 1970an. Bentuknya: pendek atau jabrik pada bagian depan dan atas kepala, agak panjang serta tipis pada bagian samping, dan gondrong di bagian belakang.

"Bisnis di depan, pesta di belakang," kira-kira begitulah deskripsi populernya. Mullet, tulis kolumnis Financial Times Robert Armstrong, adalah simbol dari segala hal yang salah pada paruh kedua abad ke-20, mulai dari Chernobyl hingga Henry Kissinger.

Mullet yang diejek dan dicaci itu kerap jadi simbol kelas pekerja dalam film-film Amerika yang berkulit putih, berkumis tebal, dan mendengarkan musik rock lawas.

Kepopuleran mullet memang tak bisa dilepaskan dari sejarah rock.

Sepanjang 1960-an, penyanyi Inggris David Bowie kerap terlihat dengan potongan rambut ala penganut subkultur mod—agak gondrong, berponi lempar, tersisir rapi, dan tak dicat.

Ketika tampil dengan persona Ziggy Stardust pada awal 1970-an, Bowie memilih potongan mullet yang terkesan acak-acakan tetapi mampu memberi kesan nyentrik dengan perpaduan busana ketat berwarna metalik serta riasan wajah dengan warna mencolok. Rambut pirangnya pun berganti warna menjadi oranye keemasan.

Foto Ziggy Stardust beberapa kali dicetak pada halaman sampul majalah Melody Maker. Dalam majalah yang sama, Bowie mengaku dirinya gay.


Penampilan baru Bowie beserta pengakuannya sebagai gay membuat media-media lain berebut menyorotnya. Khususnya sejak video klip lagu-lagu dalam The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars muncul, rambut mullet Bowie banyak ditiru.

Tak lama setelah itu, penyanyi pop rock Rod Stewart juga muncul dengan rambut mullet. Tampilannya pun sebelas-dua belas dengan Ziggy. Konsistensinya berambut mullet teruji sampai hari ini.

Selain menginspirasi model rambut pria, gaya rambut mullet juga diadopsi pesohor seperti Joan Jett dan Cher. Kepada Vogue, Jett mengaku mengagumi Bowie dan menyukai penampilan sang idola. Selain mengadaptasi beberapa gaya busana Bowie, ia juga nekat meniru mullet ala Bowie yang kelak jadi salah satu ciri khas Jett.

Ada basanya penyanyi Cher berambut mullet. Bedanya, mullet di kepala Cher lebih rapi dan tertata. Bagian atasnya terlihat jabrik, sementara bagian rambut yang panjang tersisir lurus rapi.

Bangkitnya Mullet

Pamor mullet luntur dan dianggap konyol memasuki dekade 1990-an. Potongan rambut yang dipandang bodoh dan konyol itu sedikit terselamatkan oleh lagu Beastie Boys berjudul "Mullet Head" yang dirilis pada 1994.

Independent bahkan mengenang mullet sebagai gaya rambut ‘sial’ dari sejumlah pemain sepakbola yang timnya kalah di pertandingan.

Meski demikian, mullet terus eksis dan diidolakan kalangan fesyen dan penata rambut. Beberapa jenama seperti Dior, Galliano, Gucci dan Givenchy sempat memakai model berambut mullet.

Sementara penata rambut para selebritas asal AS dan Australia menganggap mullet sebagai ranah eksplorasi kreativitas yang menarik.

“Potongan rambut macam itu sangat sempurna,” kata penata rambut Frederic Fekkai kepada LA Times.

“Gaya rambut ini bisa cocok untuk orang yang sebenarnya suka rambut panjang tetapi tidak ingin lekat dengan stereotip orang gondrong,” kata Jose Eber.

Mullet dipandang sebagai gaya rambut liar sekaligus tertib aturan. Adagium "Bebas tapi sopan" mungkin tepat dilekatkan padanya.

“Mereka yang berambut mullet adalah orang-orang yang ingin menantang status quo,” kata fotografer Isabela Moore sebagaimana dikutip South China Morning Post.


Menurut penelusuran History, mullet adalah gaya rambut para tentara Yunani kuno. Pada masa itu model rambut yang pendek pada bagian depan dianggap memudahkan para prajurit kala bertempur. Sementara bagian belakang rambut yang panjang berfungsi sebagai pelindung dari udara dingin.



Beberapa abad setelahnya, mullet diadopsi orang-orang Romawi. Para warga Romawi memotong rambutnya agar bergaya Mullet saat hendak menonton pacuan kuda.

Mullet juga sempat mampir di kepala salah satu bapak bangsa Amerika Benjamin Franklin saat meminta dukungan pemerintah Perancis dalam perang kemerdekaan melawan Inggris. Gaya rambut Franklin saat itu mengejutkan para petinggi Istana Versailles.

Dua tahun belakangan mullet kembali populer sejak sering tampilnya penyanyi K-Pop G Dragon dalam gaya rambut tersebut. Sejumlah selebritas pria Korsel bahkan menghias gaya rambut mullet dengan ragam aksesori.

Di AS, mullet kembali diperbincangkan setelah Brad Pitt tampil dengan potongan rambut tersebut. Selain itu, selebritas Taylor Swift juga nampak bangga dengan potongan mullet yang dapat disaksikan di salah satu sampul majalah Vogue.

Di Australia, mullet adalah gaya rambut yang senantiasa dirayakan. ABC melaporkan bahwa bagi sebagian warga Australia mullet adalah identitas kebangsaan karena dipandang membawa kesan santai—seperti karakter orang Australia pada umumnya.

Baca juga artikel terkait GAYA RAMBUT atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Joan Aurelia
Editor: Windu Jusuf
DarkLight