tirto.id - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menyatakan keprihatinan atas serangan teror yang menyasar tiga sekolah internasional di Jakarta dan Tangerang.
Eddy mendesak polisi segera menangkap pelaku teror bom tersebut.
“Saya berharap bahwa pihak-pihak yang terlibat untuk penanganan permasalahan ini, terutama aparat penegak hukum bisa segera bergerak dan mencari pemicu dan pelakunya,” kata Eddy saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
“Saya yakin dengan kecanggihan dan kegigihan dari aparat penegak hukum kita, itu bisa segera kita ketahui,” tambahnya.
Eddy menilai teror sebagai bentuk ancaman yang menimbulkan kecemasan dan ketakutan di lingkungan pendidikan. Sudah seharusnya, lanjutnya, keselamatan para peserta didik seperti siswa dan guru lebih diutamakan.
MPR RI, katanya, juga meminta masyarakat untuk proaktif untuk melaporkan adanya tindakan ancaman serupa. “Kemudian karena apa pun bentuk teror yang membawa kekhawatiran, ketakutan, terutama ditujukan kepada anak-anak kita di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, itu perlu segera ditangani,” ucap Eddy.
Sebelumnya, polisi membenarkan adanya laporan teror yang ditujukan ke sekolah Jakarta Nanyang School dan Mentari Intercultural School. Teror bom tersebut dikirimkan oleh orang tak dikenal melalui pesan singkat ke nomor WhatsApp admin sekolah.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor D. H. Inkiriwang, menyatakan tim gegana telah turun ke dua lokasi tersebut untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan ada tidaknya bom yang dimaksud. Ke sekolah Nanyang School pun sudah dilakukan pemeriksaan pada pagi hari tadi.
Teror bom juga menyasar sekolah North Jakarta Intercultural School (NJIS), di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Situasi sekolah kini kondusif usai polisi melakukan penyisiran di lokasi.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




























