tirto.id - Memasuki usia 20 tahun, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatatkan perkembangan domain .ID yang siginigfikan. Hingga 1 September 2026, jumlah domain .ID telah mencapai 1.523.504.
Ketua Derwan Pengurus PANDI, Isnawan Aslam menyatakan pertumbuhan itu menunjukkan makin kuatnya penerimaan masyarakat terhadap domain .ID.
Peningkatan pesat penggunaan domain .ID terlihat dari posisinya di pasar domestik. PANDI mencatat, pada 2024, penggunaan domain .ID di Indonesia telah melampaui .COM.
Posisi .ID sebagai country code top-level domain di tanah air juga memantapkan identitas Indonesia di ruang digital.
Penggunaan domain .ID pun tidak terbatas oleh masyarakat Indonesia, tapi juga pengguna luar negeri sebagai bagian dari identitas yang berkaitan dengan Indonesia.
"Pertumbuhan domain .ID hingga lebih dari 1,5 juta menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap identitas digital Indonesia," kata Isnawan di Jakarta pada Selasa (01/09/2026).
Wakil Ketua Dewan Pengurus PANDI bidang finance dan keorganisasian, Andi Muhammad Natsir Amal, menambahkan bahwa penggunaan domain .ID masih memiliki potensi terus bertumbuh.
"Kalau kita lihat dari populasi tadi bahwa dari angka 1.523.504 ini itu belum mencapai 1%. Kita kejar sekarang, kalau bisa sampai 5%," ujar Andi.
PANDI menargetkan jumlah domain .ID dapat mencapai 2 juta pada akhir 2026. Pemasaran domain dilakukan melalui 24 registrar yang menjadi mitra PANDI.
PANDI Jadi Tuan Rumah ICANN87 Bali
Bertepatan dengan momentum dua dekade usianya, PANDI mendapat kesempatan menjadi tuan rumah ICANN87 yang akan digelar di Bali pada 17-22 Oktober 2026.
Forum ini menjadi ruang pertemuan bagi komunitas global untuk membahas berbagai isu terkait tata kelola internet.
Bagi PANDI, ajang ICANN87 memberi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan domain .ID, teknologi, serta identitas digital Indonesia kepada komunitas internet dunia.
"ICANN87 Bali menjadi momentum bagi PANDI dan Indonesia untuk membawa capaian tersebut ke panggung global, memperkuat kolaborasi internasional, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap Internet yang aman, inklusif, dan multibahasa," jelas Isnawan.
Salah satu yang akan dipaparkan oleh PANDI dalam forum tersebut adalah pengembangan Internationalized Domain Names (IDN) menggunakan aksara Nusantara.
PANDI sejauh ini telah mengembangkan SLD Aksara Bali guna menghadirkan keberagaman bahasa dan aksara di ruang digital.
"Saat ini telah ada SLD Aksara Bali yang sudah live. Aksara Bali itu sudah bisa digunakan, dan nanti segera menyusul aksara-aksara [lokal Indonesia] berikutnya," ujar Wakil Ketua PANDI bidang teknis dan registry, Ery Punta Hendraswara.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id

































