tirto.id - Pada hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2025, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat sembilan kasus kecurangan yang dilakukan oleh peserta. Lantas, apa saja modus kecurangan yg terjadi dan apa langkah panitia SNPMB menanggapi hal ini?
Kasus kecurangan tersebut meningkat menjadi total 14 kasus pada hari berikutnya. Meskipun hanya mewakili sekitar 0,0071% dari keseluruhan peserta, panitia menegaskan bahwa pelanggaran sekecil apa pun tetap mencederai integritas seleksi nasional dan harus ditindak tegas.
Menanggapi hal ini, pihak penyelenggara SNPMB telah menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat dan mendorong seluruh pusat UTBK di perguruan tinggi negeri untuk memperbarui prosedur operasional standar, termasuk pemeriksaan ruang transit dan barang bawaan peserta.
Mereka yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung didiskualifikasi dari seluruh jalur masuk PTN. Jika ditemukan keterlibatan pihak internal, sanksi tegas akan dijatuhkan. SNPMB juga menyatakan siap bekerja sama dengan aparat hukum apabila ditemukan unsur pidana.
7 Modus Kecurangan Siswa di UTBK-SNBT 2025
Pelaksanaan UTBK Tahun 2025 diwarnai dengan temuan berbagai modus kecurangan yang semakin kompleks. Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menyebutkan bahwa peserta memanfaatkan teknologi canggih untuk membocorkan dan memperoleh jawaban soal ujian.
Walau hanya mencakup 0,0071% dari total peserta, SNPMB menegaskan tidak akan mentoleransi praktik tidak jujur sekecil apa pun. Berikut tujuh modus kecurangan yang berhasil diidentifikasi selama UTBK-SNBT 2025:
1. Merekam Layar (Recording Desktop)
Peserta memanfaatkan aplikasi yang terinstall pada komputer ujian untuk merekam aktivitas layar selama pengerjaan soal. Rekaman ini kemudian dikirim kepada pihak eksternal untuk dianalisis atau disebarluaskan. Meski tampak sederhana, metode ini berbahaya karena berpotensi membocorkan soal secara langsung.2. Remote Desktop
Salah satu modus paling canggih adalah penggunaan aplikasi remote desktop, di mana komputer peserta dikendalikan oleh pihak lain di luar lokasi ujian. Ini memungkinkan orang lain mengerjakan soal tanpa terdeteksi oleh pengawas.3. Kamera Mikro di Anggota Tubuh
Beberapa peserta menggunakan kamera mikro yang tersembunyi, seperti behel gigi atau kuku. Kamera ini merekam soal dan mengirimkannya ke luar ruang ujian untuk mendapatkan bantuan secara langsung.4. Kamera Tersembunyi di Pakaian
Selain di tubuh, kamera mikro juga disembunyikan di pakaian, termasuk ikat pinggang dan kancing baju. Perangkat kecil ini dirancang sedemikian rupa agar sulit terdeteksi oleh metal detector.5. HP Tersembunyi di Sepatu dan Tubuh
Modus lama ini kembali ditemukan. Peserta menyembunyikan ponsel di dalam sepatu atau direkatkan pada tubuh guna berkomunikasi atau mengakses jawaban secara sembunyi-sembunyi.6. Memilih Lokasi UTBK yang Jauh Secara Tidak Wajar
Panitia menemukan pola peserta yang memilih lokasi ujian jauh dari tempat tinggal atau asal sekolah, seperti siswa dari Makassar yang mengikuti ujian di Kalimantan. Pemilihan lokasi ini diduga untuk menghindari pengawasan ketat di lokasi yang umum.7. Keterlibatan Pihak Luar dan Potensi Kebocoran Soal di Media Sosial
Meski SNPMB menegaskan bahwa setiap sesi menggunakan set soal berbeda, ditemukan aktivitas mencurigakan di media sosial, seperti siaran langsung di Instagram yang menampilkan soal. Ini mengindikasikan keterlibatan pihak luar dalam membocorkan soal melalui foto atau video dari dalam ruang ujian.Langkah Panitia SNPMB Terhadap Kecurangan Peserta di UTBK-SNBT 2025
Dalam menghadapi berbagai dugaan kecurangan pada pelaksanaan UTBK-SNBT 2025, Panitia SNPMB mengambil sikap tegas dan menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga keadilan serta integritas proses seleksi nasional. Berikut langkah-langkah yang dilakukan:
1. Mengutuk dan Menyatakan Penyesalan atas Kecurangan
Panitia SNPMB secara terbuka menyampaikan penyesalan dan kecaman terhadap segala bentuk kecurangan. Mereka menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan dan kejujuran yang menjadi landasan seleksi nasional.2. Memastikan Soal yang Tersebar Bukan Bocoran UTBK
SNPMB menjelaskan bahwa soal yang tersebar di media sosial bukanlah bocoran dari sistem resmi, melainkan hasil rekaman ilegal menggunakan alat elektronik terlarang. Setiap sesi UTBK dipastikan memiliki set soal yang berbeda untuk mencegah kebocoran.3. Mendeteksi Modus Baru Kecurangan
Panitia berhasil mengidentifikasi metode baru, termasuk penggunaan kamera tersembunyi di gigi, kuku, ikat pinggang, dan kancing baju. Penemuan ini menunjukkan kewaspadaan panitia terhadap kecanggihan modus peserta.4. Meningkatkan Pemeriksaan dan Pengawasan
Seluruh pusat UTBK diminta meningkatkan pemeriksaan peserta dan memperketat pengawasan selama ujian berlangsung, termasuk pemeriksaan terhadap barang bawaan dan ruang transit.5. Melakukan Langkah Preventif dan Korektif
Langkah preventif dan korektif meliputi analisis rekaman CCTV, pemeriksaan log sistem, hingga pemanggilan pihak-pihak yang terindikasi terlibat, baik dari internal maupun eksternal.7. Memberikan Sanksi Tegas
Peserta yang terbukti curang akan dikenai sanksi tegas berupa pembatalan hasil UTBK, diskualifikasi dari seluruh jalur SNPMB di PTN mana pun, serta pelaporan ke institusi pendidikan. Sanksi juga akan diberikan kepada pihak internal jika terbukti terlibat.8. Menjamin Proses Seleksi yang Adil dan Transparan
Panitia berkomitmen menjaga proses seleksi tetap adil, transparan, dan setara bagi seluruh peserta, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran.9. Mengajak Partisipasi Masyarakat
SNPMB mengapresiasi peran serta masyarakat dalam memberikan informasi dan mengajak publik untuk aktif melaporkan indikasi kecurangan demi menjaga integritas seleksi nasional.Penulis: Astam Mulyana
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id






































