tirto.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) meraih dua penghargaan dalam ajang Asian Telecom Awards 2026 berkat pengembangan menara telekomunikasi berbahan glass fibre reinforced polymer (GFRP).
Melalui GFRP Tower Initiative, Mitratel memenangkan kategori Infrastructure Initiative of the Year-Indonesia dan Wholesale Company Initiative of the Year-Indonesia. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai alternatif terhadap menara telekomunikasi berbahan baja konvensional.
Lantas, apa itu menara GFRP?
GFRP merupakan material komposit yang memiliki bobot lebih ringan dibandingkan baja, tetapi tetap memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk konstruksi menara telekomunikasi. Karakteristik tersebut membuat proses pembangunan dan instalasi menara dapat dilakukan lebih cepat serta fleksibel di berbagai kondisi geografis.
Penggunaan material tersebut juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya karena bobot yang lebih ringan dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar dan beban logistik selama proses pembangunan.
Dari sisi lingkungan, Mitratel menyebut penggunaan GFRP dapat membantu mengurangi emisi karbon dan konsumsi bahan bakar dalam proses logistik. Pengembangan teknologi ini menjadi bagian dari roadmap keberlanjutan perseroan untuk mendukung target Net Zero Emission 2060.
Teknologi GFRP kini telah diterapkan di sejumlah wilayah operasional Mitratel. Perseroan juga telah menyusun GFRP Roadmap 2025-2030 dengan target pengembangan hingga 198 site.
Ke depan, pengembangan menara GFRP diarahkan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur jaringan 4G dan 5G. Mitratel menilai penggunaan material tersebut dapat meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan wholesale.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































