Mereka yang Setia di Serie A

Oleh: Iswara N Raditya - 8 November 2016
Dibaca Normal 2 menit
Liga Italia Serie A memang bukan lagi menjadi primadona seperti dulu. Namun, Lega Calcio tetap istimewa, setidaknya bagi mereka yang masih setia berkiprah di salah satu kompetisi terbaik dunia ini, Gianluigi Buffon termasuk di dalamnya.
tirto.id - Gianluigi Buffon baru saja mencatatkan torehan spesial dalam perjalanan kariernya di Serie A yang sudah ditekuninya selama 21 tahun terakhir. Kiper nomor satu Italia ini telah menjalani laga Serie A ke-600 saat Juventus membungkam Chievo Verona dengan skor 1-2 pada Minggu (6/11/2016) lalu.

Tidak banyak pesepakbola yang mampu melewati angka 600 di liga legendaris seperti Serie A laksana Buffon. Hanya ada 3 nama yang jumlah pertandingannya melampaui penjaga gawang 38 tahun itu, yakni Francesco Totti dengan 607 laga, kemudian Javier Zanetti (615 laga), dan Paolo Maldini yang masih kokoh berada di puncak (647 laga).

Buffon berpeluang besar melewati Totti, bahkan Zanetti yang telah pensiun, mengingat ia masih menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Juventus. Hingga pekan ke-12, kiper berjuluk Superman ini sudah tampil di 11 laga Serie A.

Bandingkan dengan Totti yang baru merumput di 6 pertandingan, itu pun 5 di antaranya sebagai pemain pengganti. Belum lagi, problem cedera kian kerap mendera il capitano AS Roma ini seiring umur yang semakin uzur.

Di jajaran 50 pemain yang memiliki koleksi laga terbanyak di Serie A hingga saat ini, hanya 4 nama yang masih aktif, itu pun pada usia yang sudah tidak muda lagi. Selain Totti dan Buffon, dua nama tersisa adalah Alberto Gilardino (Empoli) di urutan 13 dengan 504 laga, serta Dario Dainelli (Chievo) di posisi 45 dengan 408 penampilan. Selebihnya sudah gantung sepatu.

Rekor Menawan Sang Superman

Buffon adalah superhero bagi dua klub yang dibelanya selama ini, Parma dan Juventus. Julukan Superman melekat padanya lantaran sering memakai kostum pahlawan super yang bisa terbang itu saat memperkuat Parma pada 1995-2001.

“Saya waktu itu masih muda, dan memang ingin menjadi superhero,” ujar Buffon kepada Football Italia.

Ya, Buffon memang pahlawan bagi Parma, klub yang sejak usia 13 tahun menjadi tempat belajarnya, dan kemudian dibawanya menikmati masa-masa keemasan. Dari klub kecil yang baru promosi ke Serie A pada musim 1990/1991, Parma langsung melesat menjadi salah satu kekuatan baru di Italia, bahkan di Eropa.

Sang Superman dari Toskana menjadi bagian dari era jaya itu. Tak hanya selalu beredar di papan atas Serie A, Gialloblu bersama Buffon juga merengkuh banyak trofi bergengsi, dari Coppa Italia, Piala Super Italia, hingga Piala UEFA. Sebelumnya, Parma juga pernah menyabet gelar juara Piala Winners dan Piala Super Eropa.

Selama 6 musim, Buffon telah tampil 160 laga untuk Parma hanya di Serie A saja, belum termasuk di ajang lainnya. Jika ditotal, ia sudah 220 kali mengawal gawang klub yang berdiri sejak 1913 itu. Sayang, akibat salah urus hingga terbelit utang, Parma nyaris musnah dan kini merangkak dari bawah lagi.

Angka 160 laga bersama Parma itu kian bertambah sejak Buffon resmi digaet Juventus dan memecahkan rekor sebagai kiper termahal dunia pada 2001 dengan mahar 76,6 juta dolar AS (760 miliar rupiah) yang belum terkalahkan sampai sekarang.

Yang Setia yang Mulai Langka

Hingga laga kontra Chievo kemarin, Buffon sudah tampil di 432 pertandingan bareng Juventus dan menggenapi capaiannya menjadi 600 laga. Ia kini adalah penjaga gawang yang paling banyak berlaga di Serie A, melewati seniornya, Gianluca Pagliuca, yang mentok pada laga ke-592.

Sebelum ini, Buffon telah terlebih dulu melakoni pertandingan ke-100 di Liga Champions ketika Bianconerri bermain seri 1-1 melawan Olympique Lyon pada Kamis (3/11/2016) lalu.

Rekor yang ditorehkan Buffon belum selesai sampai di situ. Duel 6 November 2016 di Verona juga melahirkan prestasi baru bagi sang kiper. Buffon kini menjadi pemain Juventus kedua sepanjang sejarah yang paling banyak berlaga di semua ajang, yakni 594 pertandingan, terpaut 111 laga dari legenda abadi Turin, Alessandro Del Piero.

Serie A bukan lagi berpredikat sebagai liga paling royal seperti dua-tiga dekade lampau. Premier League Inggris masih menjadi yang termahal dengan mengeluarkan dana sekitar Rp13,7 triliun untuk transfer pemain jelang musim 2016/2017.

Italia di posisi kedua, tapi mahalnya Serie A “cuma" terbantu oleh transfer Gonzalo Higuain dari Napoli ke Juventus sebesar Rp1,2 triliun. Total, Lega Calcio menghabiskan duit kurang lebih Rp6,5 triliun. Selanjutnya berturut-turut ada Bundesliga Jerman (Rp5,6 triliun), La Liga Spanyol (Rp2,4 triliun), dan Ligue1 Prancis (Rp1,5 triliun).

Jika dihitung dari jumlah pesepakbola berkategori pemain top class, Serie A masih kalah dari Premier League dan La Liga. Meskipun begitu, masih cukup banyak sisa pemain bintang yang tetap setia dan bukan mustahil akan memungkasi karier di tanah pizza, kemungkinan besar termasuk Buffon.

Mereka yang bersetia di Serie A sejauh ini adalah orang-orang spesial dan bakal kekal sebagai legenda klub. Tengok saja kiprah Buffon di Juventus, Totti di AS Roma, Zanetti di Inter Milan, dan tentunya Maldini di AC Milan.

Kemunculan calon legenda anyar yang siap mengabdi selama mungkin di Serie A menarik untuk dinanti. Memang belum terlihat nama yang benar-benar berpotensi untuk itu kendati ada segelintir pemain muda yang telah berikrar setia kepada klubnya, semisal kiper belia AC Milan, Gianluigi Donnarumma, yang digadang-gadang sebagai calon penerus Buffon. Yah, semoga saja.

Baca juga artikel terkait LIGA ITALIA atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Iswara N Raditya
Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Zen RS