tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengakui diskusi penetapan tarif diskon tol dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan alot. Sebab, insentif ini dinilai akan menggerus keuntungan para pengusaha tol. Oleh sebab itu, pembicaraan antara pemerintah dan BUJT pun sampai saat ini masih terus dilakukan.
"Walaupun ya, kalau di kami, kan, tol ini, kan, menggerus keuntungan mereka. Jadi, diskusinya agak sedikit alot. Kalau sudah demi Merah Putih biasanya mereka bersedia," ujarnya, dalam Media briefing, di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).
Dalam diskusi ini, Kementerian PU dan BUJT tidak hanya membicarakan persoalan pemberian diskon tarif tol untuk periode Natal dan Tahun Baru saja, namun juga Idul Fitri 2026 yang jatuh pada Maret tahun depan. Jatuhnya dua momen libur panjang karena hari besar keagamaan inilah yang membuat pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan diskon tarif tol.
"Jadi kami lagi diskusi keras terus, karena apa? Sekarang, kan, kami tidak hanya berbicara Nataru, tetapi juga berbicara Idulfitri 2026, karena waktunya berdekatan nih. Jadi, dua hal ini sedang saya diskusikan," imbuhnya.
Meski begitu, Dody akan mengupayakan pemberian diskon tarif tol hingga 20 persen, seperti yang diberikan pada tahun lalu.
Pemberian diskon tarif tol ini, menurutnya juga merupakan upaya untuk memitigasi terjadinya penumpukan kendaraan di ruas-ruas tol. Sebab, jika sampai ada kemacetan, itu akan menjadi persoalan baru bagi pengelola jalan tol.
"Apalagi kalau kemudian tumpuk semua, kan juga jadi macet total, jadi masalah baru bagi pemilik tolnya. Jadi sebaiknya memang dikasih diskon sehingga flow-nya itu lebih lancar lah. Tidak sampai terjadi kemacetan," ujar Dody.
Sementara itu, jika kesepakatan sudah dicapai, Kementerian PU akan mengumumkan pemberian stimulus untuk periode Libur Natal dan Tahun Baru ini bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
"InsyaAllah kita akan umumkan nanti bersama-sama dengan Pak Menteri Perhubungan dan Pak Menko Perekonomian biasanya, apa-apa saja inisiatif yang kita berikan untuk periode Nataru (Natal dan Tahun Baru) dan periode Idul Fitri," tutup Dody.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




































