Menuju konten utama

Mentan Usul Bantuan dari Malaysia Buat Sumatra Diganti Jadi Uang

Bantuan yang dikirimkan warga Aceh yang tinggal di Malaysia berupa minyak goreng dan gula pasir.

Mentan Usul Bantuan dari Malaysia Buat Sumatra Diganti Jadi Uang
Foto udara kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). Kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlishin yang sempat dipenuhi kayu gelondongan pascabanjir bandang, pada Sabtu (24/1) telah bersih. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, mengusulkan bantuan dari warga Aceh yang tinggal di Malaysia untuk korban bencana Sumatra agar diganti menjadi uang. Pernyataan tersebut dilontarkannya dalam rapat bersama DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, semula menyebutkan, terdapat bantuan yang akan dikirimkan dari warga Aceh yang tinggal di Malaysia berupa minyak goreng dan gula pasir. Agar bantuan itu dapat diterima, Kementan perlu menyetujuinya terlebih dahulu.

"Kami sampaikan bahwa ini kami akan awasi langsung dari pelabuhan itu, kita sama TNI-Polri, awasi [bantuan] supaya langsung masuk ke tempat pengungsi, tidak untuk dijual ke mana-mana. Kami siap bertanggung jawab untuk itu," ucap Tito.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, kemudian mengusulkan agar bantuan itu diterima. Sebab, pengiriman bantuan dari luar negeri hanya dilakukan satu kali.

"Ini kan cuma pengiriman satu kali. Sumbangan dari warga Aceh yang tinggal di Malaysia. Saya pikir mungkin Mentan enggak keberatan kali, kan ini karena jumlahnya enggak terlalu banyak. Pak Mentan?" tanya Dasco kepada Amran.

Merespons pertanyaan itu, Amran kemudian mengusulkan agar bantuan yang dikirimkan diganti menjadi uang.

"Kalau memang bisa itu diuangkan, tapi kalau harus masuk, saya kira pengawasan yang sangat ketat," sebut Amran.

Dasco kemudian menyatakan bahwa bantuan telanjur dibeli dan hanya perlu dikirimkan. Ia menilai hal itu dapat dilakukan sebagai pengecualian.

Dasco meminta pemerintah agar berkoordinasi dengan Dirjen Bea dan Cukai untuk penerimaan bantuan tersebut.

"Ini namanya sumbangan hanya satu kali dan jumlahnya tidak ganggu. Saya pikir Pak Mendagri kita bisa realisasi secepatnya supaya barang-barang ini bisa masuk dan diawasi ketat langsung ke pengungsian dalam rangka menyambut puasa dan hari raya Lebaran," tutur Dasco.

Baca juga artikel terkait KORBAN BANJIR BANDANG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah