Menuju konten utama

Mensos Klaim Kemiskinan Turun karena Integrasi Program Prabowo

Gus Ipul sebut angka kemiskinan terus turun karena keakuratan data yang dipakai pemerintah.

Mensos Klaim Kemiskinan Turun karena Integrasi Program Prabowo
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan pengelolaan anggaran bagi bendahara Sekolah Rakyat di Jakarta, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, mengklaim angka kemiskinan di era Presiden Prabowo Subianto terus menurun. Menurut dia, hal ini terjadi karena integrasi berbagai program prioritas yang dicanangkan Prabowo. Selain itu, angka kemiskinan disebutnya juga terus turun karena keakuratan data yang dipakai pemerintah.

“Ya secara terukur [angka] kemiskinan terus menurun. Kami memulai dengan validasi data,” kata Gus Ipul kepada para wartawan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (2/11/2025).

Ia menambahkan, “Strategi Pak Presiden mulai bisa kita rasakan hari-hari ini ada semacam integrasi program karena datanya sama, akurat, integrasi program dan dampaknya lebih nyata.”

Gus Ipul mengatakan, program-program prioritas Prabowo yang telah ditetapkan menjadi acuan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam mengentaskan kemiskinan.

Ia menyebut, salah satu pesan yang disampaikan Prabowo kepada jajarannya agar mampu mengurangi angka kemiskinan adalah dengan mengutamakan keakuratan data. Dengan data yang akurat, maka upaya pengentasan kemiskinan juga akan menjadi akurat.

“Presiden meminta, mari kita mulai kerja meningkatkan kesejahteraan sosial ini dengan data yang akurat. Kalau datanya akurat, intervensi kita pasti akurat,” kata dia.

Dengan melakukan sejumlah program prioritas secara terpadu serta memperbaiki data, Gus Ipul yakin bahwa target nol psrsen untuk tingkat kemiskinan ekstrem pada 2026 mampu tercapai.

Ia juga meyakini target menurunkan angka kemiskinan hingga lima persen pada 2029 mendatang juga mampu teratasi dengan baik.

“Insyaallah kalau terus konsisten, datanya diperbaiki, intervensinya bersama-sama, target nol persen di tahun 2026 untuk kemiskinan ekstrem dan lima persen tahun 2029 untuk mengatasi kemiskinan bisa kita atasi,” kata dia.

Sejauh ini, menurut dia, angka kemiskinan di Indonesia masih menyentuh 8,74 persen. Gus Ipul berharap angka itu terus menurun, terutama dengan langkah besar yang dimulai Prabowo.

“Yang terakhir kan 8,47 [persen] ya. Ya ini mudah-mudahan nanti rilisnya turun lagi. Saya belum tahu kan. Kami lihat lagi, tapi, satu langkah besar telah dimulai oleh Presiden Prabowo,” kata dia.

Baca juga artikel terkait ANGKA KEMISKINAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Abdul Aziz