Menuju konten utama

Menperin soal Kebijakan Cukai Tembakau: Saya akan Dukung Menkeu

Dukungan ini disampaikan menyusul rencana Purbaya yang akan melakukan pertemuan dengan pengusaha rokok dalam waktu dekat untuk membahas nasib cukai rokok.

Menperin soal Kebijakan Cukai Tembakau: Saya akan Dukung Menkeu
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) bakal menemui direksi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), membahas tentang kemungkinan suntikan dana untuk salah satu perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) yang berfokus pada bahan baku baterai untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), EcoPro. Hal itu disampaikannya, usai menghadiri pertemuan dengan 19 perusahaan asal Korsel yang tergabung dalam Federasi Industri Korea Selatan (Federation of Korean Industries/FKI), di Kantor Inspektorat Jenseral Kementerian Perindustrian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025). tirto.id/Qonita Azzahra.

tirto.id - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang akan mengkaji ulang kebijakan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok dalam waktu dekat.

Pasalnya, Purbaya membuka opsi untuk menurunkan tarif cukai rokok yang sudah kelewat tinggi mencapai 57 persen, dan memberatkan industri tembakau nasional.

"Cukai tembakau saya akan dukung Menteri Keuangan," kata Agus Gumiwang saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/9/2025).

Dukungan ini disampaikan Agus menyusul rencana Purbaya yang akan melakukan pertemuan dengan pengusaha rokok dalam waktu dekat untuk membahas nasib cukai rokok tahun depan. Rencana diskusi ini merupakan bagian dari proses penggodokan kebijakan tarif CHT.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku terkejut ketika mengetahui tarif cukai rokok yang saat ini rata-rata mencapai 57 persen.

"Cukai rokok gimana, sekarang berapa rata-rata? 57 persen, wah tinggi amat, firaun dong," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Purbaya pun berjanji akan melindungi pasar industri tembakau nasional jika tidak bisa menurunkan tarif cukai. Ia mengatakan akan menindak peredaran rokok ilegal yang penjualannya naik imbas meningkatnya harga jual rokok eceran nasional akibat kenaikan tarif cukai.

“Kalau misalnya (cukai) enggak turun, tapi pasar mereka saya lindungi, dalam pengertian yang online-online yang putih yang palsu itu saya larang di sana,” ujarnya.

Adapun, sejumlah perusahaan rokok nasional terpaksa melakukan efisiensi imbas dari tertekannya industri tembakau nasional. Salah satu pemicunya adalah tingginya tarif cukai tembakau.

Ribuan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan serapan tembakau dari petani juga menurun dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga artikel terkait TARIF CUKAI ROKOK atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra