Menuju konten utama

Menlu Sebut Prabowo Bakal Utamakan Solusi Dua Negara

Indonesia saat ini tidak sedang dalam proses negosiasi atau komunikasi diplomatik dengan Israel.

Menlu Sebut Prabowo Bakal Utamakan Solusi Dua Negara
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono memberikan sambutan saat puncak peringatan HUT Ke-77 PB IPSI di Padepokan Pencak Silat Indonesia TMII, Jakarta, Sabtu (31/5/2025). ANTARA/HO-PB IPSI.

tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, angkat suara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang siap mengakui Israel sebagai negara berdaulat jika Palestina mendapatkan kembali kemerdekaannya. Dia menyatakan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai syarat utama sebelum berbicara soal pengakuan terhadap Israel.

“Kan solusi dua negara, intinya itu. Mengakui kedua negara. Kami di berbagai forum internasional juga menyampaikan hal itu. Sepakat solusi dua negara,” ujar Sugiono kepada awak media, Sabtu (31/5/2025).

Sugiono menegskan bahwa Indonesia saat ini tidak sedang dalam proses negosiasi atau komunikasi diplomatik dengan Israel, melainkan fokus kepada proses penyelesaian terhadap dua negara. Hal ini juga, kata dia, sebagaimana ditegaskannya dalam Sidang Mahkamah Internasional (ICJ).

“Kita selama ini selalu mendukung two state solution. Two state solution itu ya intinva dua negara diakui. Di berbagai forum internasional kita ngomong. Kemarin, terakhir saya ngomong di ICJ,” kata Sugiono.

“Jadi, kita bukan bernegosiasi untuk mengakui two state solution. Ini proses yang harus dilewati,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah jika Israel mengakui solusi dua negara maka Indonesia otomatis akan membuka hubungan diplomatik, Sugiono meminta publik untuk tidak berspekulasi terlalu liar. Dia mengatakan, proses solusi dua negara ini harus dijalankan terlebih dahulu sebelum langkah lainnya.

Two-state solution dulu. Jangan berandai-andai. Kita lihat prosesnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Pemerintah RI siap mengakui Israel sebagai negara berdaulat, jika Palestina mendapatkan kembali kemerdekaannya. Akan tetapi, pengakuan itu bakal dinyatakan dengan satu syarat, yakni Israel mengakui lebih dulu Palestina sebagai negara berdaulat.

"Oleh karena itu, Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel," ujar Prabowo saat konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025).

Tak cuma mengakui, Prabowo mengatakan Pemerintah RI juga siap menjalin hubungan diplomatik dengan pihak Israel, bila Palestina mendapatkan kembali kemerdekaannya.

"Kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Kami juga menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk menyumbang pasukan perdamaian di kawasan tersebut," tuturnya.

Baca juga artikel terkait PALESTINA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi