tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, operasi SAR akan dilakukan 24 jam untuk mencari korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.
"Saat ini prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian," kata Pratikno usai mendampingi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka di Posko Desa Pasirlangu.
Ia juga mengatakan, penanganan bencana longsor akan dilakukan dalam lima kluster. Kluster pertama oleh kluster SAR gabungan Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB yang difokuskan untuk melakukan pencarian korban bersama para relawan.
Kemudian, ada kluster kedua dari kesehatan yang beroperasi 24 jam dibantu ambulans dan mekanisme rujukan siaga.
"Layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak," ungkap dia.
Di kluster berikutnya ada logistik bertugas memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Adapun kebutuhan yang disiapkan meliputi sembako, makanan siap saji, dan fasilitas pendukung seperti selimut dan perlengkapan lainnya.
Ia juga menyebut, kluster perlindungan sosial yang didukung oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, dan BPBD Kabupaten Bandung Barat yang siaga membantu korban dan keluarga terdampak.
Terakhir, kluster infrastruktur yang bertugas untuk mencegah terjadinya bencana susulan. sekaligus menyediakan fasilitas pendukung bagi keluarga terdampak.
Pemerintah pusat bersama TNI, Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta para relawan terus berkoordinasi dan bekerja keras untuk melindungi serta menyelamatkan warga.
"Pada kesempatan ini, Bapak Wakil Presiden juga telah membahas bersama Wakil Gubernur dan Bupati terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan guna menghindari risiko bencana susulan," tukasnya.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































