tirto.id - Warga Cisarua bernama Adi (35) menatap rumahnya yang tinggal puing-puing di Kampung Kuda, RT 1 RW 10, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, akibat tanah longsor.
Adi menanti kabar sebelas anggota keluarganya masih dinyatakan hilang. Mereka tinggal satu atap di rumah yang kini telah menyatu dengan tanah.
Saat kejadian, ia dan istrinya tengah bersama di rumah lain yang berada di bagian atas. Ia tinggal di rumah itu bersama paman, anak-anak mereka, nenek, dan keluarga dari pihak istri.
Ibu mertua Adi telah berhasil ditemukan dan diindentifikasi. Sementara anggota keluarga lain belum ditemukan hingga saat ini.
“Total ada 11 saudara yang masih dicari,” kata Adi kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
"Yang belum ketemu paman 2 sama anak-anaknya, terus nenek, dan keluarga istri. Kalau ibunya istri saya sudah ketemu. Tadi sudah dicek [identifikasi] oleh petugas," kata Adi.
Kisah Adi Selamat dari Tanah Longsor
Ia mengingat longsor datang pada dini hari, pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap. Bukan alarm yang membangunnya melainkan teriakan dan suara gemuruh dari arah bawah rumahnya.
Adi mengira lindu. Hujan disertai angin masih turun sejak malam sebelumnya. Pagi harinya, ia menyadari kampung di rumah tempat ibu mertuanya berada telah lenyap.
“Pas lihat pagi, kaget. Rumah-rumah sudah rata,” ungkap Adi.
Ingatan serupa juga dialami oleh Neng Evi (40) warga yang selamat. Ia masih mengingat suara gemuruh yang datang dari arah Gunung Burangrang. “Kayak gempa. Kaca lemari sampai getar,” ucap perempuan ini.
Pagi harinya, ia melihat puluhan rumah telah hilang. Tanah dari lereng gunung mengalir ke bawah, menyeret bangunan dan penghuninya.
Dari Kampung Kuda terlihat longsor membelah lereng Gunung Burangrang. Warna hijau lebat berubah menjadi cokelat terbuka.
Evi bisa selamat karena berlari dengan warga lain ke tempat tinggi. Evi belum berani kembali ke rumahnya. Ancaman longsor susulan masih membayanginya.
"Saya bersama warga lain berlarian ke daerah atas, alhamdulillah selamat. Tapi saya belum berani ke rumah karena khawatir ada longsor susulan, kalau bantuan sudah aman," jelas Evi.
Hal yang berbeda dialami Ella Rohmatika (34). Tujuh anggota keluarganya dinyatakan hilang.
"Saudara 7 orang, bibi saya, paman saya, sama anaknya, terus cucu dan menantunya karena rumahnya pas di lokasi itu. Sekarang belum ditemukan, posisi rumah pas yang rata itu," ucapnya sambil menunjuk.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menuturkan, sebanyak 25 kantong jenazah telah ditemukan dan telah menjalani proses post mortem untuk keperluan identifikasi.
“Pada sore hari ini kita update untuk pukul 17.00 WIB dan kita akan sinkronisasi dengan hasil yang diperoleh oleh tim yang ada di atas, di mana untuk kantong jenazah yang dikirim dan diantar oleh ambulans berjumlah 25 kantong jenazah,” kata Hendra, Minggu (25/1/2026).
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































