Menuju konten utama

Menkeu Minta Masyarakat Percaya Pemerintah Bisa Atasi Nilai Tukar

Menkeu Sri Mulyani mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa kondisi perekonomian global memang sedang berubah.

Menkeu Minta Masyarakat Percaya Pemerintah Bisa Atasi Nilai Tukar
Menteri Keuangan Sri Mulyani. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta agar masyarakat tetap percaya pemerintah dapat mengatasi persoalan nilai tukar dolar AS yang terus menguat. Menurut Sri Mulyani, masyarakat perlu memahami bahwa kondisi perekonomian global memang sedang berubah namun pemerintah selalu siaga untuk merespons.

“Kita akan tetap memonitor, karena memang pergerakan berasal dari […]. Seperti hari ini, banyak fund manager melakukan rebalancing karena mereka melihat negara berkembang mengalami dampak negatif,” kata Sri Mulyani di kantornya, Jakarta pada Rabu (6/9/2018).

Sri Mulyani memang tidak secara tegas mengimbau agar masyarakat tak lantas menukarkan uang rupiahnya ke dolar AS maupun sebaliknya hari-hari ini. Hanya saja, ia menegaskan pemerintah akan tanggap dalam mengambil kebijakan apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan di tengah ketidakpastian global seperti sekarang.

Sri Mulyani juga menekankan bahwa kondisi fundamental perekonomian Indonesia sangat baik. Menurutnya ada tiga hal yang menjadi indikator dan perlu menjadi perbandingan antar negara, yakni neraca pembayaran, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi.

Menkeu tak menampik apabila pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus lebih fokus pada perbaikan kondisi neraca pembayaran. Akan tetapi ia mengklaim pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi Indonesia masih dalam kondisi yang baik.

“Kalau dari sisi kebijakan moneter dan fiskal, defisit APBN kita turun dan inflasi terjaga tetap rendah. Itu saja sudah memberi keyakinan bahwa kami bekerja dengan BI untuk bisa menjaga kerangka makroekonomi,” jelas Sri Mulyani.

Tak hanya itu, Sri Mulyani turut menyebutkan sinergi yang dilakukan antar kementerian dan lembaga. Salah satunya dengan memahami kondisi dan kebutuhan setiap industri.

“Kami pun bekerjasama dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian terus merespons situasi yang bergerak ini,” ungkap Menkeu.

Respons beragam memang ditunjukkan masyarakat dalam menyikapi dolar AS yang kian menguat. Salah satunya adalah Syahrir (63). Kepada Tirto, Syahrir mengaku sedang memanfaatkan nilai tukar dolar AS yang sedang tinggi dengan menukarkan dolarnya ke rupiah.

“Saat dolar AS naik, buru-buru jual. Saat dolar AS turun, dibeli. Muter terus gitu saja,” kata Syahrir saat ditemui di salah satu tempat penukaran uang di Menteng, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, salah seorang karyawan di tempat penukaran uang yang terletak di kawasan Thamrin, Jakarta, bernama Randy (30) mengklaim kebanyakan konsumen malah menukarkan menukarkan rupiah ke dolar AS ketimbang sebaliknya. “Konsumen malah berharap dolar AS naik sepertinya,” ujar Randy.

Baca juga artikel terkait NILAI RUPIAH atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas & Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yantina Debora