Menuju konten utama

Menkes soal Super Flu: Menular Cepat, Risiko Kematian Rendah

Menkes Budi meminta masyarakat hati-hati dan sadar akan keberadaan super flu, tapi tak perlu panik.

Menkes soal Super Flu: Menular Cepat, Risiko Kematian Rendah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan virus super flu yang tengah ramai bicarakan saat ini bukan merupakan penyakit baru dan tidak menimbulkan ancaman serius seperti COVID-19. Menurutnya, virus ini memang memiliki penularan yang cepat, namun risiko kematiannya sangat rendah.

"Ini sebenarnya virus H3N2. Namanya, populernya influenza A. Ini sudah lama adanya, sudah puluhan tahun kita lihat saja. Kemudian, dia keluar varian baru, yang namanya varian, mereka istilahnya subclade A. Jadi bukan satu virus baru seperti yang COVID. Jadi penularannya cepat, tetapi (risiko) kematiannya sangat rendah," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Budi menyebut virus ini memang kerap meningkat pada musim tertentu seperti musim dingin. Hingga saat ini, jumlah kasus yang ada disebutnya masih tergolong dalam batas aman dan dapat ditangani dengan pengobatan standar.

“Di Indonesia sendiri kita juga sudah identifikasi, order-nya masih, yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan. Dan gak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa,” katanya.

“Buat pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi gak usah panik. Karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti COVID yang dulu-dulu varian delta mematikan,” lanjut Menkes.

Kemenkes juga terus melakukan pemantauan dan mengimbau penerapan pencegahan dasar seperti daya tahan tubuh dan juga menerapkan hidup sehat. Termasuk menerapkan prokes untuk menangkalnya.

"Kalau sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraganya cukup, insyaAllah kalau ada virus masuk, dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh. Walaupun ternyata di lingkungan kita banyak yang batuk-batuk, kita untuk precaution kita pakai masker, pakai masker dan lanjut cuci tangan sama seperti COVID-19," jelasnya.

Baca juga artikel terkait VIRUS atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama