Menuju konten utama

Menkes Sebut Prevalensi Stunting Berhasil Diturunkan Jadi 19,8%

Angka prevalensi stunting tersebut juga lebih rendah dari target yang ditetapkan Bappenas sebesar 20,1 persen.

Menkes Sebut Prevalensi Stunting Berhasil Diturunkan Jadi 19,8%
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat tiba di Istana Negara, Jakarta Pusat, Sealsa (3/6/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut pemerintah berhasil mengurangi prevalensi stunting nasional menjadi di bawah 20 persen pada 2024. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka prevalensi stunting berada di angka 19,8 persen—turun 1,7 persen dari semula 21,5 persen pada 2023.

“Hasil [prevalensi] stunting 2024 dari pemerintahan berhasil menembus dibawah 20 persen untuk pertama kali. Jumlah balita yang teridentifikasi stunting 4.482.340 balita,” kata Budi dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Menkes juga menjabarkan bahwa angka prevalensi stunting tersebut juga lebih rendah dari target yang ditetapkan Bappenas sebesar 20,1 persen.

Budi mengatakan bahwa kementeriannya sejak 2023 tidak hanya mengejar perbaikan di wilayah yang angka prevalensi stuntingnya tinggi, tapi juga di provinsi-provinsi yang jumlah stuntingnya tinggi.

“Karena, Kalau kita hanya kejar yang prevalensi tinggi, seperti misalnya Sulawesi Barat 35,4 persen, NTT 37 persen, Papua Barat Daya 30, persen, tapi kita tidak mengejar yang nominalnya tinggi, gak akan turun stuntingnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Budi juga menjelaskan bahwa momen terpenting untuk intervensi pencegahan stunting ada di 1000 hari pertama kehidupan seorang anak. Data SSGI 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada bayi umur 0-12 bulan adalah 11 persen.

Menurut Budi, hal itu menunjukkan bahwa intervensi semestinya dilakukan juga pada ibu hamil. Selain itu, perhatian juga mesti diarahkan pada masa setelah bayi tidak lagi mendapat ASI eksklusif.

“Jadi, itu dua titik dalam 1000 hari [pertama kehidupan bayi]. Kami menargetkan [intervensi] ke waktu-waktu yang sensitif itu,” tutur Budi.

Baca juga artikel terkait PENCEGAHAN STUNTING atau tulisan lainnya dari Faisal Bachri

tirto.id - Flash News
Reporter: Faisal Bachri
Penulis: Faisal Bachri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi