tirto.id - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengatakan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan menyewa 12 pesawat pada tahun depan untuk memperkuat patroli pengamanan kawasan hutan serta pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Raja Juli memerinci 12 pesawat yang akan disewa itu terdiri dari enam helikopter serta enam pesawat water bomber atau pesawat pemadam.
Wacana tersebut disampaikan Raja Juli saat mengajukan penambahan pagu anggaran 2027 hingga sebesar Rp4,68 triliun di hadapan Komisi IV DPR RI pada Selasa (1/9/2026) malam.
“Penguatan dukungan operasional tersebut antara lain dilakukan dengan menyewa enam unit helikopter dan enam unit pesawat water bomber yang akan digunakan secara terintegrasi untuk mendukung kegiatan patroli, pemantauan kondisi kawasan hutan, deteksi dini, penanganan dan penindaklanjutan secara cepat dan efektif,” ujar Raja Juli.
Ia menjelaskan, nantinya pesawat-pesawat tersebut akan ditempatkan di wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan karhutla tinggi.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Kemenhut, Raja Juli menyebut skema sewa lebih tepat dalam pengadaan pesawat-pesawat tersebut.
“Karena membutuhkan belanja modal awal yang lebih rendah, tidak membebani pemerintah dengan biaya pemeliharaan dan risiko teknis pesawat, serta memberikan fleksibilitas dalam menyusun jumlah jenis armada sesuai tingkat kerawanan karhutla setiap tahunnya,” tuturnya.
Berdasarkan perhitungannya, dengan kebutuhan operasional pesawat selama delapan bulan periode normal dan empat bulan periode rawan karhutla, masing-masing unit pesawat ditaksir memiliki kebutuhan sewa sebesar 856 jam per tahun.
“Dengan komposisi tersebut, kebutuhan operasional unit 12 pesawat udara diperkirakan sekitar Rp1,54 triliun per tahun,” tutupnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































