tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membutuhkan investasi mencapai Rp842,48 miliar untuk peningkatan keselamatan di lokasi perlintasan sebidang usai kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Ada sekitar 1.600 titik perlintasan sebidang yang perlu dibenahi.
“Perhitungan biaya peningkatan keselamatan untuk peningkatan keselamatan pada 1.600 lokasi perlintasan sebidang dibutuhkan total investasi sebesar Rp842,48 miliar,“ ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam rapat di Kompleks Parlemen, Kamis (21/5/2026).
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp603,9 miliar berasal dari biaya operasional (OPEX) yang akan ditanggung Kementerian Perhubungan melalui skema IMO atau sekitar 72 persen dari total investasi.
Sementara sisanya Rp238,6 miliar berupa belanja modal (CAPEX) akan ditanggung PT KAI atau sekitar 28 persen dari total kebutuhan.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan keselamatan seperti penyediaan petugas penjaga lintasan senilai Rp603,9 miliar, pembangunan pos jaga sebesar Rp158,1 miliar, hingga fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal senilai Rp60,9 miliar.
Dudy mengatakan kick-off penanganan perlintasan sebidang dilakukan pada 5 Mei 2026. Adapun, pemerintah berkomitmen menutup 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi.
Anggaran yang dibutuhkan Menhub untuk membenahi perlintasan sebidang itu lebih sedikit dari yang diperhitungkan Presiden Prabowo Subianto yakni sekitar Rp4 triliun. Namun, anggaran itu nantinya akan disinkronkan dengan pembangunan lain.
“Setelah perhitungan kami itu kami eh kurang lebih hanya membutuhkan sekitar Ro800 miliar. Jadi nanti Rp4 triliun itu juga kita akan sinkronkan dengan pembangunan flyover dan underpass,” katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































