tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan sebanyak kurang lebih 2.900 sekolah mengalami kerusakan imbas bencana ekologis di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh.
“Kami sampaikan datanya per 7 Desember itu ada 2.900 sekian (sekolah rusak). Dan data ini terus kami update karena memang belum semua daerah bisa dijangkau,” kata Mu’ti di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Lebih lanjut, Mu’ti memastikan kementeriannya memantau perkembangan jumlah siswa serta guru yang terdampak, hingga fasilitas yang rusak. Mu’ti juga menyebut Kemendikdasmen juga sedang menyiapkan langkah-langkah untuk menangani bencana yang terjadi di Sumatra.
“Kami juga mendata tidak hanya bangunan sekolah atau fisik, kami juga mendata misalnya tadi disampaikan bapak-bapak, ibu-ibu anggota dewan, pendataan guru yang meninggal, murid yang meninggal, yang dirawat, yang rumahnya rusak dan sebagainya,” kata Mu’ti.
Kemudian, dia mengatakan kegiatan belajar mengajar di ketiga wilayah terdampak akan bervariasi usai bencana terjadi. Para siswa seharusnya menjalani tes akhir semester menjelang akhir tahun apabila mengikuti jadwal akademik yang normal.
“Kegiatan belajar mengajar juga bervariasi. Jadi sekarang ini kan memang secara jadwal akademik ini masa tes akhir semester. Tapi memang yang memang tidak bisa masuk ya tidak tes kan,” ucapnya.
Mu’ti juga menyebut ada sejumlah sekolah yang menggelar tes akhir semester via daring, dan ada juga pihak sekolah yang langsung mendatangi murid di kediamannya.
“Ditampung di tempat tertentu, misalnya di masjid atau bangunan lain yang memang bisa untuk belajar sementara, gurunya mendatangi,” ucap dia.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































