tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjamin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak akan mengurangi anggaran pendidikan dasar dan menengah. Hal itu disampaikannya menepis anggapan soal program MBG yang memangkas anggaran pendidikan di Indonesia.
“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu'ti dalam keterangannya dikutip Jumat (20/2/2026).
Menurut Mu'ti, pemerintah justru menambah anggaran pendidikan yang dialokasikan kepada beberapa sektor seperti revitalisasi hingga bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Adapun pada 2026, anggaran revitalisasi yang sudah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun dan akan dialokasikan bagi 11.474 satuan pendidikan.
Kata Mu'ti, Presiden Prabowo Subianto juga berencana memberikan tambahan anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan.
“Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah
Selain itu, Mu’ti memastikan bahwa anggaran PIP bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB tidak dikurangi. Bahkan pada 2026, ada tambahan PIP bagi murid TK dengan besarannya adalah Rp450 per tahun.
"Untuk 2026 ini akan ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” ungkap Mu'ti.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






























