Menuju konten utama

Manufaktur Masih Ekspansif, Kemenperin: Banyak Siswa Beli Motor

Tahun ajaran baru disebut mendorong siswa melakukan pembelian sepeda motor yang berdampak pada peningkatan kinerja industri manufaktur.

Manufaktur Masih Ekspansif, Kemenperin: Banyak Siswa Beli Motor
Pekerja merakit sepeda motor listrik Gesits di pabrik PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Kementerian Perindustrian mencatat bahwa industri manufaktur Indonesia masih berada pada level yang ekspansif pada Juli 2025, baik untuk ekspor dan domestik. Ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) ekspor pada Juli yang mencapai 53,35 atau naik 1,16 poin dari bulan lalu. Sedangkan, IKI domestik tercatat 52,16 atau naik 0,84 poin dari bulan sebelumnya.
Menurut Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, kenaikan IKI domestik ini lebih didorong karena masuknya momen libur panjang dan penerimaan siswa baru. “Salah satu yang cukup menjaga permintaan produk manufaktur adalah adanya masa liburan. Adanya masa masuk sekolah,” katanya dalam konferensi pers di Kemenperin, Kamis (31/7/2025).
Dia menduga, tahun ajaran baru ini mendorong siswa melakukan pembelian sepeda motor yang berdampak pada peningkatan kinerja industri manufaktur.
“Kenapa industri angkut lainnya itu ekspansif dan subsektor paling tinggi dari 23 subsektor itu adalah naiknya penjualan sepeda motor. Kami menduga banyak murid yang beli sepeda motor untuk pergi sekolah,” ujarnya.
Dari data Kementerian Perindustrian terungkap bahwa angka penjualan sepeda motor pada Juni 2025 mencapai 509.326 unit. Sedangkan untuk ekspor sepeda motor CBU pada Januari-Juni 2025 sebesar 298.743 unit, dan dalam bentuk CKD 4.198.400 unit.
Lebuh jauh, Febri menjelaskan bahwa peningkatan subsektor manufaktur pada Juli 2025 juga dipicu oleh penyerapan produk manufaktur yang memenuhi standar TKDN oleh pemerintah.
Belanja yang dilakukan pemerintah ini seiring dengan berbagai kegiatan investasi maupun konstruksi infrastruktur yang saat sudah mulai berjalan.
“Sudah mulai beberapa proyek pemerintah baik yang investasi maupun yang konstruksi infrastruktur sudah mulai berjalan. Itu pun juga mendorong peningkatan permintaan produk manufaktur terutama produk manufaktur yang ber-TKDN,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait INDUSTRI BUKU atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana