Menuju konten utama

Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra Dibebaskan UKT 1-2 Semester

Pembebasan pembayaran UKT untuk mahasiswa terdampak bencana Sumatra merupakan salah satu dari tujuh langkah tahap pemulihan dari Kemendikti Saintek.

Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra Dibebaskan UKT 1-2 Semester
Petugas mengoperasikan alat berat guna menguruk sungai yang melebar pascabanjir bandang dan tanah longsor di Nagari Saniangbaka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (7/12/2025). ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/mrh/nz

tirto.id - Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menyalurkan sejumlah bantuan kepada mahasiswa dan dosen yang menjadi korban terdampak bencana banjir Sumatra.

Salah satu bantuan kepada mahasiswa terdampak adalah dibebaskan dari uang kuliah tunggal (UKT) selama dua semester.

“Pemberian pembebasan UKT 1-2 semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak,” kata Direktur Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemendikti Saintek), Fauzan Adziman dalam Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Fauzan membeberkan ada tujuh langkah tahap pemulihan dari kementeriannya, termasuk pembebasan pembayaran UKT untuk mahasiswa.

Pertama, Pengadaan dapur umum di berbagai kampus terdampak di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, terutama bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak.

Kedua, Pengaturan Ujian Akhir Semester (UAS) yang fleksibel bagi berbagai kampus atau mahasiswa berasal dari keluarga terdampak. Lalu, penggalangan bantuan berbagai kebutuhan mendesak yang dikirim melalui berbagai kampus di area terdampak seperti makanan, pakaian, penjernih air bersih, pengiriman tenaga kesehatan (nakes), dan lain sebagainya.

Berikutnya, Pembentukan tim psikososial bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat yang terdampak, bekerja sama dengan tim psikolog, BEM, dan tenaga terlatih lainnya. Lalu, bantuan fasilitas untuk pembelajaran, pemulihan proses pembelajaran normal. Ketujuh, pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial melalui pengabdian kepada masyarakat berdampak.

Sebelumnya, Fauzan menyebut Kemendikti Saintek juga menyediakan anggaran untuk memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa melalui Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi. Kementeriannya menyiapkan anggaran sebesar Rp59.375.474.452 untuk 15.833 mahasiswa. Nantinya, per mahasiswa akan mendapatkan biaya hidup Rp1,25 juta per bulannya.

“Jadi untuk mahasiswa, yaitu mahasiswa dalam program Indonesia Pintar. Sasarannya adalah mahasiswa terdampak bencana alam, bantuannya biaya hidup sebesar Rp1.250.000 per bulan atau Rp3.750.000 untuk tiga bulan,” ucap Fauzan.

Selain itu, kementeriannya juga memiliki Program Afirmasi Pendidikan Tinggi. Fauzan menyebut kementeriannya menyiapkan total anggaran Rp11.625.000.000 untuk 3.100 mahasiswa terdampak bencana. Per mahasiswa akan menerima Rp1.25 juta per bulannya.

Sejauh ini, katanya, terdapat sebanyak 554 dosen terdampak bencana yang sudah terdata. Pada dosen terdampak akan mendapatkan Rp4,5 juta per bulan atau Rp9 juta untuk dua bulan. “Jumlah yang disiapkan adalah total anggaran Rp4.986 miliar untuk 554 dosen,” ucap dia.

Baca juga artikel terkait BENCANA BANJIR atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Irfan Teguh Pribadi