Menuju konten utama

Lurah Kalisari Dibebastugaskan Imbas Kasus Manipulasi JAKI PPSU

Pramono menjelaskan, pembebastugasan tersebut merupakan langkah untuk melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.

Lurah Kalisari Dibebastugaskan Imbas Kasus Manipulasi JAKI PPSU
Pramono Anung dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/4/2026). tirto.id/Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membebastugaskan Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, imbas kasus manipulasi laporan penanganan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Selain Lurah Kalisari, Pramono juga membebastugaskan jajaran atasan lainnya di wilayah tersebut.

“Untuk atasannya, dari Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi Pembangunan dan Kasi Pemerintahan, termasuk Lurah Kalisari, kami bebastugaskan,” kata Pramono di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pramono menjelaskan, pembebastugasan tersebut merupakan langkah untuk melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.

“Dibebastugaskan itu artinya dari jabatan yang dia sandang saat ini. Kebetulan di Kalisari itu Bu Lurah yang menyandangnya, kami bebaskan dari jabatan Lurahnya untuk dilakukan pembinaan,” tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin mematikan karier aparatur yang terlibat. Menurutnya, kesempatan untuk kembali berkarya tetap terbuka setelah melalui proses pembinaan.

“Setelah nanti dibina menjadi lebih baik, kita kasih kesempatan untuk bisa berkarya lebih baik.”

Pramono menyebut, kasus manipulasi laporan JAKI yang terjadi di Kalisari, Jakarta Timur, itu menjadi perhatian serius karena dinilai telah merusak citra Jakarta.

Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik serupa untuk kembali terjadi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Dan kami, saya sebagai Gubernur, tidak mau itu terulang kembali, sehingga tidak ada ruang untuk itu bisa diulang kembali.”

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembenahan sistem dan tata kelola agar lebih transparan dan terbuka terhadap masukan publik.

Pramono juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak sekadar bekerja demi menyenangkan pimpinan, tetapi menunjukkan kinerja nyata di lapangan.

“Sehingga dengan demikian, saya minta tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan. Walaupun secara khusus saya juga memberikan apresiasi, dalam satu tahun ini sebenarnya semua indikasinya menjadi lebih baik, termasuk yang paling utama adalah indeks kota global, kota teraman, infrastruktur transportasi, dan sebagainya,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait PPSU atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher