Menuju konten utama

LPSK: Ayah Kandung Nizam Anggota Gangster, Ibu Korban Diteror

Hal ini menjadi perhatian serius LPSK karena berkaitan dengan tingkat ancaman terhadap saksi dan pelapor.

LPSK: Ayah Kandung Nizam Anggota Gangster, Ibu Korban Diteror
Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Achmadi (kedua kanan) bersama Wakil Ketua LPSK Sri Nurherwati (kiri), Susilaningtias (kedua kiri), dan Sri Suparyati (kanan) menyampaikan keterangan refleksi kinerja LPSK tahun 2025 di Kantor LPSK, Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar

tirto.id - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Sri Suparyati, mengungkap fakta terkait kasus kematian tragis bocah asal Sukabumi, Nizam Syafei (12) di tangan ibu tirinya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI, Sri membeberkan bahwa ayah kandung korban, Anwar Satibi, merupakan anggota gangster. Hal ini diduga berkaitan dengan serangkaian teror dan ancaman yang kini dialami oleh ibu kandung korban, Lisnawati.

Dalam kesaksiannya, Sri menjelaskan bahwa sejak Lisnawati melaporkan mantan suaminya ke polisi terkait kematian anaknya, ia terus dihujani ancaman yang datang melalui pesan singkat. Ancaman tersebut bertujuan untuk mengintimidasi agar kasus kematian Nizam tidak diusut lebih lanjut.

“Ancamannya salah satunya itu untuk diam, tidak buka suara, lalu kemudian tidak ikut-ikutan. Seperti itu dan itu berlangsung setelah diatas jam 9 (malam),” ucap Sri di dalam Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Akibat rentetan teror tersebut, Sri mengatakan bahwa Lisnawati saat ini mengalami depresi. Kemudian, Sri mengatakan fakta yang menunjukkan bahwa sang ayah kandung merupakan salah satu anggota gangster adalah dari hasil penelusuran timnya di lapangan.

“Selain itu kami juga menginformasikan bahwa mantan suami Ibu Lisna (Anwar) ini kebetulan adalah anggota geng yang menurut saya juga patut untuk diatensi lebih lanjut kepada Bapak Kepolisian ya khususnya, karena ini kaitannya dengan ancaman yang seringkali diterima oleh Ibu Lisna,” tegas Sri.

Hal ini menjadi perhatian serius LPSK karena berkaitan dengan tingkat ancaman terhadap saksi dan pelapor. Dengan begitu, Sri pun mendesak kepolisian untuk mendalami latar belakang sang ayah kandung.

Mendengar fakta bahwa pelaku merupakan anggota gangster yang berani meneror ibu korban, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, langsung memberikan instruksi keras kepada jajaran kepolisian dari Polres Sukabumi yang hadir.

“Hajar aja gengster-gangster itu, nggak ada urusan Pak. Masa sudah sejauh ini belum ada penindakan Pak,” tegas Habiburokhman dengan nada tinggi.

Ia juga memerintahkan agar perlindungan terhadap Lisnawati menjadi prioritas utama kepolisian dan LPSK selama proses hukum berjalan. “Yang pertama saya minta dijamin keamanannya Ibu ini Pak ya,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait SUKABUMI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Farida Susanty