tirto.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menyinggung rendahnya kepemilikan rekening oleh masyarakat produktif di Indonesia. Hal ini ia nyatakan saat rapat di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
Menurut Anggito, pemerintah menargetkan peningkatan rekening pribadi dari masyarakat produktif se-tanah air. Dalam tiga tahun ke depan, seluruh warga ditargetkan memiliki rekening pribadi.
"Total dari penduduk Indonesia yang belum atau tidak memiliki rekening, itu adalah 49,7 juta, cukup besar Bapak Ibu sekalian," tuturnya.
"Yang kami menaruh perhatian adalah yang usia produktif yang seharusnya sudah memiliki rekening sendiri. Nah, itu ada 15,3 juta penduduk yang belum memiliki rekening," sambung dia.
Anggito menilai, jumlah tersebut mencerminkan tantangan dalam inklusi keuangan. Sebagian besar kelompok itu disebut berada di luar akses layanan perbankan formal.
Namun, ia mengakui, fokus utama LPS bukan pada seluruh kelompok usia. Perhatian diarahkan kepada masyarakat usia produktif yang belum memiliki rekening.
Anggito menuturkan, kelompok usia produktif dinilai seharusnya sudah memiliki rekening sendiri. Kelompok itu disebut menjadi target utama intervensi bersama otoritas sektor keuangan.
"Yang kami menaruh perhatian adalah yang usia produktif yang seharusnya memiliki rekening. Sudah memiliki rekening sendiri itu ada 15,3 juta penduduk," ucapnya.
Kata Anggito, LPS bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan sosialisasi kepada perbankan untuk meningkatkan kepemilikan rekening. Upaya ini dilakukan agar pembukaan rekening dapat menjangkau kelompok tersebut.
Selain itu, Anggito menilai, kepemilikan rekening penting dilakukan untuk penyaluran program pemerintah. Misalnya, bantuan sosial yang diharapkan dapat langsung diterima tanpa perantara.
LPS juga mencatat adanya peningkatan jumlah rekening baru setiap tahunnya. Dalam satu tahun terakhir, LPS mencatat, terdapat tambahan jutaan rekening dibuka oleh bank.
"Supaya sesuai dengan arahan Bapak Presiden penduduk Indonesia itu memiliki akses rekening sehingga program program pemerintah dapat langsung diterima," tuturnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































