Misbar

Love for Sale 2: Arini di Antara Mertua, Cowok, dan Kemerdekaannya

Screenshot Film Love for sale 2. Youtube/visinema
Oleh: Yulaika Ramadhani - 3 November 2019
Dibaca Normal 3 menit
Love for Sale 2. Pacar sewaan. Cinta a la carte.
tirto.id - Usai meninggalkan Pak Richard pada 2018 lalu, Arini (Della Dartyan) kembali bertugas di perusahaan Love Inc. sebagai pacar sewaan Indra ‘Ican’ Tauhid Sikumbang (Adipati Dolken) di film Love for Sale 2.

Ican menyewa Arini lantaran pria Minang ini kesal dituntut buru-buru kawin oleh ibunya, Rosmaida (Ratna Riantiarno). Sementara, Bu Ros sendiri masih tak nyaman dengan pilihan pasangan anak-anaknya yang lain.

Anak sulungnya, Ndoy (Ariyo Wahab), adalah seorang PNS yang menikahi janda beranak satu. Pilihan ini kerap sering dipermasalahkan ibu Ican. Meski akhirnya istri Ndoy, Maya (Putri Ayudya) memberikan cucu laki-laki dan tengah hamil lagi, Bu Ros tetap saja sulit menganggapnya sebagai menantu.

Sementara itu, pilihan Bucun (Bastian Steel) menikahi Endah (Taskya Namya) lagi-lagi tidak sreg di hati ibunya lantaran sang istri hamil di luar nikah.

Bagaimana kabar Pak Richard? Sutradara Andibachtiar Yusuf dan penulis naskah M. Irfan Ramli tidak menghilangkan Gading Marten begitu saja dalam sekuel ini. Pak Richard justru hadir beberapa kali dan tetap penting sebagai benang merah kedua film.

Cinta Transaksional, Lalu?

Love for Sale 1 dan 2 adalah kisah tentang cinta a la carte--sebuah fenomena khas kapitalisme digital. Orang memesan pasangan berdasar sifat-sifat yang ia kehendaki melalui aplikasi, tentunya. Di situlah peran Love Inc. yang mempertemukan Richard dan Ican dengan Arini pada waktu terpisah.


Di Love For Sale 2, Arini adalah 'paket' lengkap sesuai selera ibu Ican, yakni "Perempuan usia 25-30an, orang Padang, cantik, baik-baik, teman bicara yang baik untuk ibu usia awal 60 tahunan, serta paham agama Islam".

Mulanya saya mengira Love for Sale 2 berpijak di premis ala Kapan Kawin (2015). Sosok player Ican yang juga sempat mengingatkan saya pada tokoh Jake di Sleeping with Other People (2015). Namun, rupanya Love for Sale 2 berbeda.

Sutradara Andibachtiar Yusuf sengaja mengontraskan karakter Ican dengan Richard. Ican adalah pribadi yang merdeka, tak latah menuruti ibunya untuk jadi PNS seperti kakaknya atau kawin muda seperti adiknya. Laki-laki 32 tahun digambarkan menarik, spontan, asyik, dan mudah memacari perempuan yang ia mau. Ican memang membujang, tapi tetap saja punya hubungan dengan banyak perempuan.

Ia tentu saja berbeda dengan karakter Richard yang kaku, tidak menarik, tak suka jalan-jalan, dan memilih kura-kura dibanding pasangan sebagai teman serumah—sebelum akhirnya kepincut Arini.

Watak dua laki-laki ini berperan sebagai benang merah Love for Sale 2 dengan prekuelnya. Keputusan Arini di akhir film pun muncul dari benturan antara kedua sifat laki-laki tersebut.

Ada hal lain yang menarik dalam Love for Sale 2, yakni hubungan Arini dengan Bu Ros.

Rasa cinta kepada Arini ini berhasil membuat Bu Ros mengurai permasalahan keluarganya. Ros mulai bersikap lebih baik terhadap Maya dan mau mengakui anak perempuan si mantu sebagai cucunya juga. Ia bahkan menyambangi rumah Ndoy.

Perubahan karakter Bu Ros ini berlangsung begitu halus dan alami. Love for Sale 2 rupanya tak berniat menjadikan Arini sosok yang heroik. Tak ada pernyataan berlebihan yang keluar dari mulut Arini dalam rangka melunakkan ketegangan mertua-menantu tersebut. Tak ada pula nasehat-nasehat berlebihan dari Arini ke adik Ican Bucun yang tengah bertengkar hebat dengan istri dan ibunya sendiri. Anda pun tak menyaksikan petuah dari Arini ke Ican (agar Ican lebih perhatian ke keluarganya dan semacamnya).

Bentuk cinta Bu Ros ke Arini ditampilkan sebagai perasaan-perasaan khas orangtua kepada anak, misalnya ketika Ros menyisipkan panggilan sayang upiak/supiak kepada Arini. Hingga di akhir film, Bu Ros tetap menghargai keputusan Arini, seperti yang terlihat dari doa yang dipanjatkannya saat pengajian. Dalam doanya, ia tak berharap Arini kembali padanya—apalagi jadi menantunya. Ia justru mengatakan: “Saya juga minta untuk mendoakan anak kami, Arini Chaniago, yang sekarang entah berada di mana, supaya dia tetap sehat dan hidup berbahagia.”

Akting apik Ratna Riantiarno patut dipuji. Ia berhasil menghidupkan sosok ibu sekaligus mertua yang menegur anak untuk cepat-cepat kawin, berpasangan dengan laki/perempuan baik-baik, hingga menyelesaikan semua masalah dengan agama.

"Makanya salat, Nak. Biar kamu ingat lagi dengan Tuhan," kata Bu Ros setiap kali Ican bersikap keras kepala.


Sebelumnya, saya sempat berharap, sekuel Love for Sale akan menjajaki Love Inc. Ternyata tidak. Penonton tak diberitahu lebih banyak soal perusahaan ini--kecuali bahwa fiturnya kini sudah dilengkapi Kredivo. Apakah ia baru akan digali dalam--jika ada--Love for Sale 3?

Tentu akan banyak pertanyaan: adakah pacar laki-laki yang bisa disewa untuk perempuan atau bahkan untuk sesama laki-laki? Apa syarat-syarat bekerja di Love Inc.? Seperti apa profil para pekerjanya?



Dalam pembicaraan di warung sate Padang Pariaman Jatinegara, Arini menuturkan alasannya bekerja sebagai pacar sewaan di Love Inc. Awalnya Arini bekerja di Love Inc. hanya karena ia senang membahagiakan orang lain. Itulah yang ia katakan ketika ditanya Ican.

Menariknya, perkara membahagiakan orang lain ini tidak terus-menerus dijejalkan Andibachtiar ke sosok Arini. Perempuan ini tetap diberi ruang untuk berkontemplasi dan mempertanyakan prinsipnya itu. Hal ini terbaca di bagian-bagian yang menunjukkan pergumulan batin Arini di akhir Love for Sale 2.

Keputusan terakhir Arini di justru adalah cara sutradara merawat karakter utamanya yang unik dan kuat.

Arini memang tengah bersandiwara, namun bukan berarti ia harus mengabaikan perasaannya sendiri. Arini adalah pelakon cerita ulung yang tetap punya kesadaran dan kontrol penuh atas dirinya sendiri.

Keberadaan Arini adalah tanda tanya besar buat penonton: bagaimana kita selama ini mencintai seseorang? Dengan cara Ican mencintai Arini (“Saya mencintaimu karena saya membutuhkanmu”)? Ataukah cara Pak Richard (“Saya membutuhkanmu karena saya mencintaimu”)?

Arini dan Love for Sale 2 tegas memilih satu dari dua opsi itu.

Baca juga artikel terkait FILM INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Film)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Windu Jusuf
DarkLight