Menuju konten utama

Kronologi Penusukan di Times Square New York: VP Bank AS Tewas

Penusukan terjadi di Times Square, New York, menargetkan dua orang secara acak. Satu korban tewas, sementara pelaku ditembak mati polisi.

Kronologi Penusukan di Times Square New York: VP Bank AS Tewas
Kepolisian Kota New York mengamankan lokasi kejadian penembakan yang melibatkan petugas dan menewaskan satu orang di dekat Times Square, New York, pada 31 Agustus 2026. (Foto oleh ANGELA WEISS / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Insiden penusukan terjadi di kawasan Times Square, New York City, AS pada Senin (1/9/2026) sore yang menewaskan dua orang. Seorang perempuan diduga menyerang warga secara acak menggunakan dua pisau. Berikut kronologi lengkapnya.

Kepolisian New York City (NYPD) menyebut serangan berlangsung tanpa provokasi yang jelas dan terjadi dalam waktu kurang dari satu menit. Pelaku diketahui bernama Pamela Cisneros (49) yang akhirnya ditembak mati oleh dua petugas NYPD setelah menolak perintah untuk menjatuhkan senjata dan diduga mengancam akan membunuh polisi.

⁠Kronologi Penusukan di Times Square

Pada Senin sore, aksi penusukan terjadi di kawasan Times Square, Kota New York, ketika seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan emosional menyerang dua orang secara acak dan tanpa provokasi.

Menurut Komisaris NYPD Jessica Tisch, kedua korban ditikam dalam rentang waktu kurang dari 20 detik di sekitar 41st Street dan Seventh Avenue. Pelaku kemudian diidentifikasi sebagai Pamela Cisneros, 49 tahun, warga Queens yang memiliki riwayat kesehatan mental yang telah terdokumentasi oleh NYPD.

Siapa yang Jadi Korban Penusukan?

Korban pertama adalah seorang pria berusia 68 tahun asal Rhode Island yang baru saja keluar dari stasiun kereta bawah tanah dan sedang menunggu menyeberang jalan bersama istrinya.

Polisi mengatakan pria tersebut sedang berada di New York untuk mengunjungi putra mereka yang tinggal di Brooklyn. Keduanya sedang dalam perjalanan pulang ketika serangan terjadi.

Penusukan di New York

Bercak darah terlihat di lokasi kejadian penembakan yang melibatkan petugas kepolisian dan menewaskan satu orang di dekat Times Square, New York, pada 31 Agustus 2026. (Foto oleh ANGELA WEISS / AFP)

Menurut polisi, pria tersebut tidak memiliki hubungan dengan Cisneros dan tidak terjadi perselisihan atau konfrontasi sebelumnya.

Cisneros diduga mengeluarkan dua pisau dari dalam tas, mengacungkannya, kemudian secara tiba-tiba menikam pria tersebut di bagian perut. Ia mengalami luka yang mengancam nyawa dan langsung dibawa ke rumah sakit. Hingga laporan terakhir, kondisinya dinyatakan stabil.

Setelah menyerang pria tersebut, Cisneros bergerak ke arah utara melalui Seventh Avenue menuju 42nd Street. Dalam waktu kurang dari 20 detik sejak penyerangan pertama, ia kemudian mendekati korban kedua, Erin Piacenti, perempuan berusia 32 tahun asal Chester, New Jersey.

Piacenti ditikam di bagian perut dalam serangan yang juga dinilai polisi berlangsung secara acak dan tanpa provokasi. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. Piacenti bekerja di Bank of America dengan posisi sebagai Vice President, Business Selection & Conflicts sejak Februari 2025.

"Kami terkejut dan sangat sedih atas kehilangan tragis kolega kami. Dia adalah rekan tim yang berharga dan akan sangat dirindukan. Kami turut berduka cita kepada keluarganya dan semua orang yang dicintainya," bunyi pernyataan resmi Bank of America dikutip Reuters, Senin (1/9/2026).

Setelah menyerang kedua korban, Cisneros kemudian melarikan diri ke arah utara menuju sebuah pos NYPD. Sejumlah saksi memberi tahu petugas mengenai keberadaannya sehingga polisi dapat mengadangnya.

Para petugas kemudian berhadapan dengan Cisneros selama sekitar empat menit dan berulang kali memerintahkan untuk menjatuhkan kedua pisau yang dibawanya. Namun, ia menolak mematuhi perintah tersebut.

Menurut Tisch, Cisneros bahkan mengancam akan membunuh para petugas. Dalam salah satu pernyataannya, ia mengatakan kepada polisi bahwa dirinya tidak akan menjatuhkan senjata dan lebih memilih membunuh kedua petugas tersebut. Ia kemudian mengulangi ancaman bahwa ia akan membunuh mereka.

"[Petugas] memberinya banyak perintah untuk menjatuhkan pisau. [Yang ditolaknya],” kata Tisch dikutip ABC News, Senin (1/9/2026).

Polisi selanjutnya menggunakan taser untuk menghentikan Cisneros, tetapi alat tersebut dilaporkan tidak efektif. Ketika Cisneros terus maju ke arah petugas sambil membawa pisau, dua polisi akhirnya melepaskan tembakan menggunakan senjata dinas mereka.

Cisneros terkena tembakan dan dibawa ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia. NYPD menyatakan bahwa dua pisau yang diduga digunakan dalam serangan telah ditemukan dan diamankan di lokasi kejadian. Penembakan yang melibatkan polisi tersebut kini sedang diselidiki oleh Force Investigation Division.

Siapa Cisneros, Pelaku Penusukan?

Pamela Cisneros (49) adalah seorang warga Queens, wilayah administratif terbesar di Kota New York. Pejabat kepolisian mengatakan Cisneros memiliki riwayat kesehatan mental yang terdokumentasi dalam catatan NYPD, termasuk sejumlah insiden pada 2018 dan 2019.

Namun, menurut polisi, tidak ada penangkapan yang tercatat terkait insiden-insiden tersebut. Polisi juga menegaskan bahwa serangan tersebut tampaknya berkaitan dengan kondisi emosional Cisneros dan tidak dianggap sebagai aksi terorisme.

Ayah Cisneros, Mario Cisneros, mengatakan kepada CBS News New York pada Senin (1/9/2026) bahwa ia mengetahui putrinya memiliki masalah kesehatan mental dan sebelumnya mengira putrinya sedang mendapatkan bantuan.

Ia mengatakan bahwa Pamela memiliki gelar master di bidang psikologi dan mengaku tidak memahami bagaimana putrinya bisa sampai melakukan pembunuhan.

"Saya menyesal atas apa yang dilakukan putri saya. Saya menderita seperti mereka menderita," katanya dalam bahasa Spanyol.

Baca juga artikel terkait PENUSUKAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra